Proyek Tol Semarang-Demak Dilelang Tahun Ini

Ilustrasi jalan bebas hambatan tepi pantai. (Solopos)
23 Oktober 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak segera dilelangkan pada tahun 2018 ini juga. "Untuk prosesnya sendiri, tol Semarang-Demak pada bulan-bulan ini segera dilelangkan," ungkap lelaki yang akrab disapa Hendi tersebut di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/10/2018).

Hendi mengungkapkan segera dilelangkannya proyek pembangunan infrastruktur Jateng itu saat tampil dalam International Conference on Indonesian Social & Political Enquiries (ICISPE) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang. "Saya menyaksikan sendiri dari Kementerian PUPR sudah menyerahkan sebuah draf kepada pemrakarsa pembangunan jalan tol untuk dilakukan tahun ini," tambahnya.

Dijelaskannya, jalur jalan bebas hambatan tersebut dibangun di atas laut sehingga sekaligus berfungsi sebagai tanggul guna menanggulangi banjir dan rob di kawasan pesisir utara Pulau Jawa. Pembangunan jalan tol Semarang-Demak, lanjut dia, merupakan bagian dari upaya pembangunan infrastruktur yang mendesak dan berkelanjutan, khususnya bagi Kota Semarang.

"Bagi Semarang, keberadaan jalur tol ini juga berfungsi sebagai tanggul laut yang menjadi bagian upaya penanganan banjir di wilayah timur Semarang," kata politikus PDI Perjuangan itu sebagaimana disebarluaskan Kantor Berita Antara.

Menurut dia, potensi, tantangan, dan kekuatan harus dipahami dalam mewujudkan Semarang sebagai kota berkelanjutan yang ramah dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh warganya. Dari 17 standar indikator terkait sustainable development goals (SDGs), diakuinya, ada satu kendala yang dihadapi sebagaimana kota besar lain, yakni gas buang atau polusi udara.

"Meski [Semarang] belum separah kota-kota lainnya, persoalan polusi perlu direm agar tidak semakin parah," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Berbagai upaya terus dilakukan, kata dia, di antaranya memaksimalkan fasilitas transportasi umum dengan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang sudah ada. "Kemudian, rencana pembangunan moda transportasi LRT [lintas rel terpadu] yang tahap awal menghubungkan Bandara Ahmad Yani dengan Pasar Bulu Semarang," katanya.

Selain itu, Hendi mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang, untuk penggantian bahan bakar BRT Trans Semarang dari solar ke gas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara