Duh. 1.344 APK di Kota Semarang Salahi Aturan

Ilustrasi alat peraga kampanye parpol. (Antara)
14 November 2018 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menemukan sekitar 1.344 alat peraga kampanye (APK) yang tersebar di beberapa ruas jalan menyalahi aturan. APK milik para calon anggota legislatif atau peserta Pemilu 2019 itu terbukti melanggar Peraturan Walikota (Perwalkot) Semarang No.8/2018 tentang Pemasangan Atribut Ormas, Parpol, maupun APK Pemilu.

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menyebutkan sesuai Perwalkot No.8/2018 terdapat beberapa lokasi terlarang untuk dipasangi APK, seperti pohon, tiang listrik, telepon, rambu lalu lintas, maupun penerangan jalan. Pemasangan di titik tersebut dengan cara memaku, mengikat, menempel, menyandarkan, melintang di atas jalan, atau menutup ruas trotoar akan mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.

“Saat ini sudah kami lakukan inventarisasi, jumlahnya mencapai 1.344 buah APK dan atribut peserta pemilu. APK sebanyak itu tersebar di 177 kelurahan dari 16 kecamatan di Semarang. APK terdiri dari spanduk, bendera, baliho, poster, umbul-umbul, maupun banner yang dipasang tidak sesuai regulasi,” jelas Arief di Semarang, Selasa (13/11/2018).

Arief menambahkan sebelum dilakukan penertiban, ia telah memberikan imbauan kepada peserta pemilu untuk memindahkan APK yang melanggar. APK itu boleh kembali dipasang sesuai dengan tata tertib dan aturan yang tidak melanggar.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban. Penertiban akan dilakukan sebanyak enam kali selama masa kampanye, yakni 23 September 2018-13 April 2019.

“Rekap pelanggaran ini akan kami teruskan ke KPU dan Satpol PP, supaya segera dilakukan penertiban,” tutur Amin.

Amin menambahkan pihaknya mendorong partai politik (parpol) maupun kadernya yang turut serta dalam Pemilu 2019 untuk menertibkan sendiri APK yang melanggar.

“Kami imbau agar parpol memiliki pemahaman dan kesamaan pandangan, karena saat ini KPU Kota Sedang mencetak fasilitas [APK] dan juga desain yang telah disetujui,” tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya