Jateng Jatah Ponpes dan Madrasah Rp206 M

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. (Antara/Humas Pemprov Jateng)
14 November 2018 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Terpilihnya Taj Yasin yang berlatar belakang pesantren sebagai wakil gubernur Jawa Tengah berimbas pada keberpihakan ekekutif pemerintah provinsi setempat kepada pondok pesantren dan madrasah. Pemprov Jateng mengalokasikan Rp206 miliar untuk membantu ponpes, madrasah diniyah, dan taman pendidikan Alquran yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di provinsi ini.

"Anggaran yang berasal dari APBD Jateng 2019 tersebut untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para pengajar madrasah, TPQ, dan pesantren di Jateng. Beberapa kabupaten dan kota sudah melakukan kebijakan seperti itu sehingga pemprov menindaklanjutinya," kata Wakil Gubernur Taj Yasin di Kota Semarang, Jateng, Selasa (13/11/2018).

Ia menjelaskan alokasi anggaran tersebut telah disetujui melalui penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov Jateng dengan DPRD Jateng tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Jateng Tahun Anggaran 2019. Pejabat yang akrab disapa Gus Yasin itu mengibaratkan agama dengan pemerintah itu seperti saudara kembar atau tidak bisa dipisahkan.

Oleh karena itu, lanjut Yasin, pemerintah harus menjunjung tinggi pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. "Pemprov bersama pemerintah kabupaten dan kota didorong agar memperhatikan kesejahteraan masyarakat, termasuk guru TPQ, madrasah diniyah, dan pondok pesantren," ujarnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu menyebutkan bahwa Pemprov Jateng terus mendorong pemerintah kabupaten dan kota bersinergi untuk kesejahteraan masyarakat. "Pemerintah harus berada di depan, bersinergi dengan pemkab dan pemkot untuk membangun serta mengembangkan pendidikan berkarakter, seperti ponpes, TPQ, dan madin yang tersebar di Jateng," katanya.

Secara khusus, putra ulama karismatik K.H. Maimoen Zubaer itu meminta pendidikan keagamaan di Jateng terus dikembangkan, apalagi para ulama dan santri juga berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. "Kini para kiai di penjuru Nusantara merupakan benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia [NKRI] yang mampu mempersatukan umat," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara