Ini 6 Hasil Koordinasi KPAI dan Disdik Jateng Terkait Video Viral Murid Bully Guru

Ilustrasi - Istimewa
14 November 2018 07:50 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Komisi Perlindungan Anak Indonesia melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah terkait rekaman video siswa yang merisak guru mereka di salah satu SMK Kendal.

Video yang viral atau menyebar luas laksana virus tersebut berisi dugaan pem-bully-an atau perisakan sejumlah siswa terhadap guru mereka di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Tercatat ada enam poin hasil koordinasi dari perkembangan penanganan kasus tersebut seperti dikutip dari keterangan resmi KPAI, Selasa (13/11/2018).

Pertama, KPAI mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang cepat dan sangat kooperatif dalam menangani kasus dugaan pem-bully-an tersebut dan meng-up-date perkembangan penanganan ke gubernur Jawa Tengah dan juga KPAI.

Kedua, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah didampingi pengawas sekolah telah mendatangi SMK tersebut pada Senin (21/11/2018), untuk meminta klarifikasi pihak sekolah dan guru yang bersangkutan. Disdik juga sekaligus melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah dan guru di SMK swasta tersebut.

Ketiga, dari informasi yang diterima KPAI, pihak sekolah sudah memanggil dan membina para siswa yang terlibat dalam video yang viral tersebut pada Sabtu (10/11/2018).

Para siswa tersebut juga diminta menuliskan pernyataan tidak akan mengulangi guyonan seperti dalam video yang viral tersebut.

Selanjutnya, pada Senin (12/11/2018), giliran para orang tua siswa tersebut yang dipanggil pihak sekolah dan juga membuat komitmen bersama untuk menasehati anak-anak mereka agar tidak mengulangi lagi perbuatannya dan dapat lebih menghormati para guru mereka.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh siswa dan para orang tua siswa yang terlibat, juga dihadiri kepala sekolah dan sejumlah guru serta unsur Disdik Kabupaten Kendal, bupati Kendal, dan pengawas sekolah.

Keempat, pihak sekolah dan guru yang bersangkutan menyatakan bahwa yang terekam di video yang viral tersebut hanya guyonan semata, bukan kekerasan atau pengeroyokan.

Namun, pihak sekolah mengakui bahwa guyonan atau candaan sejumlah siswa terhadap gurunya merupakan tindakan atau perbuatan yang kelewat batas kesopanan atau etika sosial.

Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi karena:

(1) Karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah sehingga perilakunya kurang sopan

(2) Rendahnya kompetensi paedagogik guru, terutama dalam penguasaan kelas serta upaya penciptaan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa.

Kelima, sekolah menyusun langkah-langkah pembinaan sebagai berikut:

(1) Menyusun rencana aksi penguatan pendidikan karakter di sekolah, mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari

(2) Meningkatkan disiplin siswa termasuk performance dan sikapnya, baik cara berpakaian maupun potongan rambut sesuai ketentuan sekolah

(3) Sekolah akan menegakkan tata tertib sekolah

(4) Disepakati pula secara berkala pengawas SMK wajib memantau dan melaporkan hasilnya ke Dinas Dikbud Jawa Tengah.

Keenam, komisioner KPAI Bidang Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan KPAI mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk sosialisasi stop bullying untuk seluruh siswa dan upaya rehabilitasi psikologis terhadap para siswa pelaku.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis