Gandeng 1.001 Pendaki, Prajurit TNI Siap Hijaukan Lagi Gunung Merbabu, Mau Ikut?

Ilustrasi acara penanaman pohon di Gunung Merbabu. (Semaramgpos.com/Korem 073 Makutarama)
17 November 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kebakaran hutan yang melanda lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah (Jateng), beberapa waktu lalu, membuat ekosistem botani di kawasan tersebut terancam. Reboisasi atau penghijauan kembali secara massal perlu  digalakkan guna mengembalikan kelestarian lingkungan di gunung yang berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut itu.

Atas dasar itu pulalah, prajurit TNI Kodam IV Diponegoro mengajak sekitar 1.001 pendaki dari berbagai komunitas pencinta alam di Jateng untuk melakukan penanaman pohon di lereng Gunung Merbabu. Acara bertajuk Tanam Lagi, Lagi, Dan Lagi itu akan digelar Sabtu (17/11/2018) pagi.

Kepala Penerangan Korem 073 Makutarama, Mayor Caj. Juli Silooy, mengatakan acara penanaman pohon itu digelar selain untuk mengembalikan kelestarian alam Gunung Merbabu, juga sebagai peringatan menyambut Hari Juang Kartika yang jatuh pada 15 Desember mendatang.

“Acara penanaman pohon akan kami gelar di Gunung Merbabu, tepatnya di jalur pendakian Tekelan, Desa Batur, Getasan, Kabupaten Semarang. Acaranya dimulai pukul 08.00 WIB. Warga yang mau ikut serta kami persilakan,” ujar Juli saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat (16/11/2018).

Juli menambahkan ada sekitar 10.000 ribu pohon dari berbagai jenis tanaman yang akan ditanam dalam acara tersebut. Mulai dari jenis pohon pucuk merah, salam, hingga kendal yang bisa tumbuh secara cepat.

Tumbuhan itu dibawa oleh prajurit TNI Kodam IV Diponegoro dan juga para pendaki. “Kebetulan saat ini kan sudah mulai musim penghujan, jadi perlu penanaman kembali. Terutama, lahan yang kemarin mengalami kebakaran hutan selama beberapa hari,” imbul Juli.

Juli menyebutkan acara penghijauan kembali itu rencana dihadiri Kasdam IV Diponegoro, Brigjen TNI Maruli Simanjuntak.

Kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu, pertengahan Oktober lalu, memang terjadi cukup dasyat. Api membakar ribuan pohon yang berada di atas lahan seluas 400 hektare.

Saking dahsyatnya, api itu bahkan nyaris mendekati permukiman warga. Meski demikian, api sanggup dipadamkan setelah berbagai upaya dilakukan, termasuk menggunakan water bombing dari helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya