Hendi Minta Korpri Aktif Tekan Golput

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Antara/R Rekotomo)
20 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meminta anggota Korps Pegawai Negeri (Korpri) yang mayoritas merupakan pengawai negeri sipil (PNS) dan perangkat pemerintah untuk menjaga netralitas selama Pemilu 2019. Kendati demikian, Korpri bisa berperan aktif dalam pesta demokrasi itu dengan turut serta mengurangi jumlah golput melalui sosialisai ke masyarakat untut memberikan suara dalam Pemilu 2019.

Hal ini disampaikan wali kota yang akrab disapa Hendi itu saat menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Korpri di Balai Kota Semarang, Senin (19/11/2018). Korpri genap berusia 47 tahun pada 29 November 2018 lalu.

"Saya ucapkan terima kasih dan selamat beulang tahun yang ke-47 untuk Korpri. Sesuai dengan AD-ART-nya, Korpri tidak perlu melakukan aktivitas politik praktis," ujar Hendi dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin.

Meski dilarang berpolitik, Hendi menilai anggota Korpri tetap harus memberikan hak pilih pada Pemilu 2019. Selain itu, Korpri jua wajib menyosialisasikan kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

"Ya harus netral, tapi aktif!. Artinya netral itu tidak kemudian enggak datang ke TPS [tempat pemungutan suara]. Itu keliru. Tapi, harus aktif, aktif untuk menyampaikan betapa pentingnya kehadiran seluruh warga bangsa ini pada saat pileg maupun pilpres nanti," kata Hendi.

Hendi menambahkan, pihaknya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Korpri Jateng dan Korpri Kota Semarang karena di HUT ke-47 itu, turut memberikan bantuan dana merenovasi 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang. Masing-masing keluarga juga mendapat bantuan Rp15 juta untuk memperbaiki rumahnya, serta memberikan bantuan membangun sumur artetis dan sembako.

"Ada bantuan dari Korpri Jawa Tengah maupun Korpri Kota Semarang untuk perbaikan rumah di Semarang, khususnya di Kelurahan Tandang. Ada 15 unit rumah yang direhab, kemudian ada sumur artetis, ada sembako dan kesemuanya sekali lagi untuk membantu warga Semarang yang masih membutuhkan," pungkas Hendi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya