Diklaim Peduli Lingkungan, SPAM Semarang Barat Kurangi Eksploitasi Air Tanah

Pjs. Dirut PDAM Tirta Moedal, M. Farchan, saat diwawancari wartawan di Kantor PDAM Tirta Moedal, Kota Semarang, Jumat (23/11 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
24 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang bakal dibangun awal 2019 nanti diharapkan mampu mengurangi penggunaan air bawah tanah (ABT), khususnya di wilayah Semarang Barat bagian utara. Selama ini penggunaan ABT diyakini menjadi penyebab penurunan tanah di Semarang bagian utara mencapai 5 sentimeter (cm) per tahun.

“Setelah SPAM Semarang Barat ini selesai, kami berharap dunia industri, seperti hotel maupun bandara tak lagi menggunakan ABT dan beralih ke air PAM [perusahaan air minum],” ujar Penjabat (Pjs.) Dirut PDAM Tirta Moedal, M. Farchan, seusai penandatanganan kontrak proyek kerja sama proyek SPAM berkapasitas 1.000 liter per detik di kantor PDAM Tirta Moedal, Jl. Kelud Raya, Kota Semarang, Jumat (23/11/2019).

Farchan mengatakan pembangunan SPAM dilakukan tiga pihak, yakni PDAM Tirta Moedal, PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII), dan PT Air Semarang Barat (ABS). PT ABS dibentuk konsorsium PT Aetra Jakarta dan PT Medco Gas Indonesia sebagai pemenang lelang proyek Kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) SPAM Semarang Barat. Setelah proyek tersebut selesai dibangun, akan dikelola PT ABS.

Meski nantinya SPAM Semarang Barat dikelola PT ABS, Farchan mengaku tetap akan berkoordinasi dengan PDAM, terkait tarif ke pelanggan. Nantinya, PTABS akan mengelola selama 25 tahun, sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah. 

”Tahapan demi tahapan proses proyek KPBU SPAM Semarang Barat hingga saat ini berjalan sesuai jadwal. Kami optimistis target masa bangun tahun 2019 – 2021 dapat tercapai,'' papar Farchan.

Proyek ini, lanjut dia, juga menjadi pioner dalam investasi dengan skema KPBU. Banyak sekali dari pemerintah daerah lain, BUMD, dan badan usaha yang melakukan studi banding di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang untuk mempelajari skema KPBU.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, SPAM Semarang Barat merupakan proyek penyediaan air bersih pertama di Indonesia yang menggunakan sistem KPBU. Oleh karena itu, ia pun berharap air dari SPAM langsung bisa dikonsumsi atau siap minum.

''Jadi tidak hanya di luar negeri saja, di Semarang pun juga bisa,'' jelasnya.

Pembangunan proyek ini akan dimulai tahun depan dengan nilai investasi Rp1,2 triliun. Proyek ini juga diklaim sangat peduli dengan lingkungan melalui penekanan penggunaan air tanah.

Dia menambahkan, keberadaan SPAM Semarang Barat, juga dalam rangka mewujudkan pemenuhan 100% kebutuhan air di Kota Semarang. SPAM Semarang Barat diproyeksi menghasilkan 1.000 liter air per detik untuk mengaliri 60.000-70.000 pelanggan.

“Masih ada pekerjaan rumah untuk PDAM, yaitu pembangunan SPAM Jatisari dan SPAM Pudak Payung. Kedua SPAM tersebut juga dinanti oleh warga Kota Semarang,” tegas Hendi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya