Sungai BKT Meluap, Ganjar Minta Warga Tak Lagi Buang Sampah di Kali

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meninjau lokasi luapan Sungai BKT di Kaligawe, Semarang, Minggu (9/12 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
10 Desember 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta warga tak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di sungai. Akibat sampah yang dibuang di sungai itu, aliran air menjadi terhambat dan meluber ke permukiman warga, seperti yang terjadi di Kaligawe, Kota Semarang, Sabtu (8/12/2018).

Hal itu disampaikan Ganjar saat meninjau permukiman warga yang terdampak limpasan air Sungai Kanal Banjir Timur atau yang populer disebut Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kaligawe, Minggu (10/12/2018).

Selain meninjau permukiman warga, dalam kesempatan itu Ganjar juga memberikan semangat kepada para sukarelawan yang membantu warga dengan mengajak makan bersama.

Sapa seng buang sampah sembarangan parani, ojo kasar, ora ngajak gelut tapi ngandani ben awake dewe ora kebanjiran. [Siapa yang buang sampah sembarangan datangi, jangan kasar, jangan diajak berantem tapi diberitahu biar kita enggak terkena banjir],” ujar Ganjar kepada para sukarelawan saat makan bersama di tenda dapur umum, Kaligawe, Minggu.

Sambil mengobrol dengan orang nomor satu di jajaran Pemprov Jateng, para sukarelawan itu menyantap makanan dengan lahap. Maklum, mereka habis berkeliling di sekitar Sungai BKT sambil mengecek tumpukan sampah.

Setelah mengecek beberapa lokasi, Ganjar lantas mengintip beberapa ibu-ibu dan para pemuda yang tengah menyiapkan santap siang untuk warga. Ada sekitar 31.00 bungkus makanan yang disiapkan untuk dibagikan ke warga dengan menu sayuran dan ikan goreng.

Puluhan relawan tersebut dari berbagai organisasi kemasyarakatan, Pramuka serta dari jajaran pemerintah. Mereka berbagi tugas, dari membantu pengaturan lalu lintas, membersihkan rumah-rumah warga yang penuh lumpur karena terkena limpasan air sungai hingga memasak dan membagi makanan ke warga setempat.

Ganjar meminta kepada sukarelawan turut mengampanyekan jangan membuang sampah di sungai.

Setelah dari permukiman warga, Ganjar langsung meluncur ke jembatan Kaligawe meninjau penyebab limpasan air Sungai BKT ke permukiman. Di jembatan Kaligawe itu, Ganjar melihat masih ada beberapa tumbukan sampah yang menutupi bagian bawah jembatan.

"Limpasan kemarin sudah ketahuan ternyata bukan bandang, tapi karena air tidak bisa mengalir karena tersumbat sampah. Jembatan ini tersumbat oleh sampah yang masif. Tindakan darurat kita adalah mengeruk sampah ini," katanya.

Dia pun langsung menginstruksikan Balai Besar Wilayah Sungai menggandeng Pemkot Semarang untuk mempercepat pengerukan sampah di bawah jembatan itu.

"Pemkot dan BBWS akan mengirimkan peralatan akan kita standby-kan di sini. Kita akan lihat dan check BMKG sejauh mana hujan akan turun terus menerus. Dan kita akan standby terus menerus," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya