Nelayan Juwana Pilih Lelang Ikan di Pekalongan, Ini Alasannya...

Suasana pelangan ikan di TPI Kota Pekalongan. (Antara/Kutnadi)
10 Desember 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Hasil lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan selama dua hari terakhir ini didominasi oleh nelayan asal Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Nelayan Juwana memilih melelangkan ikan mereka di Pekalongan karena munculnya sejumlah pertimbangan.

Kepala TPI Kota Pekalongan TPI Kota Pekalongan Sanusi Mochtar mengatakan para nelayan Juwana lebih memilih melelangkan ikan hasil tangkapan di TPI Pekalongan karena harga ikan lebih bagus dan dibayar kontan. "Hasil tangkapan ikan oleh nelayan Juwana yang dilelang di TPI memang tidak menggunakan kapal, namun dengan sebuah truk. Mereka lebih memilih melelangkan ikan mereka di TPI Pekalongan karena faktor harga dan harga ikan lebih bagus dan dibayar kontan," katanya di Pekalongan, Jateng, Minggu (9/12/2018).

Menurut dia, selama sepakan terakhir ini, aktivitas lelang ikan di TPI masih relatif ramai meskipun hanya didominasi para nelayan Juwana dan kapal nelayan jenis obor yang memiliki bobot di bawah 30 grostone. Produksi lelang ikan di TPI, kata dia, rata-rata masih mencapai sekitar Rp400 juta/hari atau turun dibandingkan sebelumnya yang rata-rata mampu mencapai sekitar Rp750 juta/hari.

"Kendati demikian, aktivitas lelang ikan ini diperkirakan akan ramai pada pertengahan Desember hingga akhir Desember 2018 karena saat ini banyak kapal di atas 30 GT masih berada di laut," katanya.

Ia mengatakan dengan ketersediaan ikan di TPI yang cenderung menurun berpengaruh terhadap kenaikan harga ikan seperti layang yang semula Rp13.000/kg lalu naik menjadi Rp15.000/kg dan kini naik menjadi Rp19.000/kg. "Kendati, produksi ikan di TPI agak menurun namun kami tetap optimistis target PAD 2019 dari sektor perikanan bisa tercapai, atau setidaknya mendekati pencapaian target," katanya.

Ia mengatakan aktivitas lelang di TPI diperkirakan akan mulai sepi pada Januari 2019 karena pada bulan itu sedang memasuki musim barat. "Pada musim itu, nelayan akan kesulitan menebar jaring karena kondisi laut terjadi gelombang tinggi dan angin kencang, serta membahayakan jiwa para nelayan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara