Sandiaga Uno Obok-Obok Jawa Tengah, Hasto Kristiyanto Sebut Blunder

Calon wakil presiden nomor urut 2 dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno. (Bisnis/Timses Prabowo Subianto/Sandiaga Uno)
10 Desember 2018 21:50 WIB John Andhi Oktaveri Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan kehadiran calon wakil presiden Sandiaga Uno yang kerap datang berkampanye di Jawa Tengah justruk membuat kubu calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin kian solid. Karena ia menyebut langkah kubu Prabowo-Sandi blunder.

“Rencana Sandi tersebut justru menjadi blunder. Sebab seluruh elemen pendukung Jokowi-K.H. Maruf Amin justru semakin solid bersatu dan meningkatkan target Pilpres dari 75% menjadi 80%," ujar Hasto melalui keterangan tertulisnya  Senin (10/12/2018).

Hasto mengaku tidak khawatir terkait langkah cawapres nomor urut 2 untuk menyasar basis pemilihnya di Kandang Banteng  Jawa Tengah (Jateng). Alasannya PDIP dalam membangun loyalitas pemilih bukan dalam proses sebulan atau dua bulan, sehingga kekuatannya telah mengakar di provinsi tersebut.

"Loyalitas pemilih bukan dibangun dalam sebulan atau dua bulan, namun proses berkesinambungan, dengan memenangkan hati rakyat melalui pikiran yang positif dan kerja nyata untuk rakyat di akar rumput,” ujarnya. 

Dia mengatakan PDI Perjuangan konsisten melakukan langkah perbaikan dan konsolidasi organisasi melalui kaderisasi politik, pengembangan sekolah Partai selain merekrut tokoh-tokoh pemuda. PDIP bahkan terus menggalang kekuatan di tingkat mahasiswa di komunitas juang dan menegakkan disiplin. "Dengan sanksi pemecatan bagi pelaku tindak pidana korupsi, ujar Hasto.

Selain itu, kata Hasto, yang dilakukan tim kampanye Prabowo-Sandi tersebut hanyalah taktik politik jangka pendek akibat tidak solidnya koalisi. Menurut dia, semua yang dilakukan Sandi hanyalah pengalihan isu atas tidak solidnya tim kampanye mereka. Sandi, menurut dia menerapkan ilmu Sun Tzu bahwa strategi terbaik adalah menyerang.

"Masuk ke Jawa Tengah yang dikenal guyub dengan berbagai isu yang memecah dipastikan akan kontraproduktif," ujar Hasto mengingatkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis