Bendungan Logung Kudus Mulai Diisi Air

Seremonial pengisian Bendungan Logung Kudus yang ditandai dengan pemencetan tombol oleh Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi bersama Bupati Kudus M. Tamzil, Wabup Hartopo, Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih, Plt Dinas PU SDA dan Tata Ruang Jateng Lukito, Selasa (18/12 - 2018). (Antra/Akhmad Nazaruddin Lathif)
19 Desember 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Bendungan Logung Kudus mulai diisi air. Sesuai prosedur, pengisian bendungan terbaru Jawa Tengah itu dilaksanakan dengan penutupan pintu saluran pengelak. Selanjutnya, pengisian itu mengandalkan hujan yang curahnya di wilayah setempat mulai meningkat.

Awal pengisian bendungan itu ditandai seremonial yang dihadiri Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi bersama Bupati Kudus M. Tamzil, Wabup Hartopo, Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih, Plt Dinas PU SDA dan Tata Ruang Jateng Lukito, Selasa (18/12/2018). Mereka menekan tombol untuk menutup pintu saluran pengelak bersama-sama.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi mengungkapkan pembangunan Bendungan Logung Kudus berhasil diselesaikan tepat waktu. Bendungan Logung ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR untuk mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan ketahanan pangan dan air nasional.

Pembangunan Bendungan Logung membutuhkan waktu sekitar lima tahun yang dimulai sejak tahun 2014 dengan jangka waktu pelaksanaan 1.460 hari kalender hingga 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp620 miliar. Dalam pelaksanaan pembangunannya, ditangani oleh kerja sama operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya dan PT Nindya Karya.

Bendungan Logung Kudus tersebut memiliki ketinggian 55 m dan panjang 350 m dan mampu menampung air sekitar 20,15 juta m3 air dengan volume efektif sebesar 13,72 juta m3. Bendungan Logung juga direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan potensial dengan dukungan saluran irigasi eksisting 2.805 ha dan irigasi pengembangan 2.491 ha di wilayah Kabupaten Kudus.

Selain itu juga bisa memenuhi kebutuhan air baku sebesar 200 liter/detik di perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Kudus dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,50 MW. Manfaat lain dari keberadaan bendungan yang memiliki daya tampung efektif sebanyak 20,15 juta meter kubik air itu, nantinya bisa mengurangi potensi banjir.

Untuk target pengisian air di bendungan, dia optimistis, dalam waktu satu musim penghujan sudah bisa melampaui 20,15 juta m3 sehingga bisa melimpas.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan Bendungan Logung yang perencanaannya dimulai sejak lama karena tercatat tiga kali kepemimpinan bupati Kudus yang terlibat mendukung pembangunan bendungan tersebut, termasuk dua kali kepemimpinan gubernur. "Menteri PUPR yang sekarang juga terlibat saat proses awal sebelum direalisaikan pembangunan fisiknya," ujarnya.

Dimulainya pengisian air bendungan, dia mengaku optimsitis potensi banjir yang sering melanda beberapa daerah di Kudus akan tereduksi.  Sementara itu, petani di Kecamatan Jekulo, kata dia, akan merasakan masa tanam tiga kali karena nantinya mendapatkan suplai air, seperti halnya Kecamatan Undaan mendapatkan suplai air dari Waduk Kedung Ombo. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara