Setelah 3 Tahun, 31.848 E-KTP Invalid di Batang Baru Dibakar

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batang disaksikan petugas Satpol PP dan Polres Batang membakar ribuan KTP elektronik yang sudah rusak dan invalid, Rabu (19/12 - 2018). (Antara/Kutnadi)
20 Desember 2018 00:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Setelah sempat dibiatkan menumpuk selama tiga tahun, 31.848 keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kabupaten Batang yang diklaim invalid akhirnya dibakar. Pemusnahan e-KTP itu dilakukan setelah sebelumnya ramai diberitakan media massa soal banyak tercecernya dokumen yang bisa mempengaruhi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 itu.

Pembakaran 31.848 keping e-KTP oleh Pemerintah di Kabupaten Batang itu dilaksanakan di halaman kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, Rabu (19/12/2018). Ribuan e-KTP itu diklaim rusak atau invalid karena berbagai sebab.

Kepala Disdukcapil Batang Abdul Rahman mengatakan bahwa pemusnahan KTP elektronik tersebut merujuk pada Surat Ederan (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el Rusak atau Invalid. "Sebanyak 31.848 KTP elektronik yang rusak dan invalid kita kumpulkan sejak tiga tahun yang lalu. KTP elektronik ini kemudian kami bakar setelah merujuk SE Menteri Dalam Negeri," katanya di Batang, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018).

Menurut dia, sebagian besar e-KTP dianggap invalid karena ada perubahan data identitas, alamat dan rusak, serta meninggal dunia yang harus dimusnahkan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Pembakaran KTP elektronik ini, kata dia, sudah dilengkapi berita acaranya dan disaksikan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisan Resor Batang.

"Kalau dulu memang untuk KTP invalid kita kirimkam lagi pada Pemerintah Provinsi Jateng dan pusat. Namun, setelah ada surat ederan Mendagri maka kita musnahkan," katanya.

Ia mengatakan pemusnahan e-KTP ini rencananya dilakukan setiap satu pekan sekali sebagai upaya mencegah penyalahgunaan data identitas kependudukan tersebut. "KTP elektronik yang invalid dan rusak di 15 kecamatan, jumlahnya mencapai 22,875 keping, yang pindah dan datang sebanyak 8.973 keping sehingga jumlah totalnya 31. 848 keping," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara