Madrasah Terdampak Tol Hindari Hambat Proyek Jokowi

Bangunan Madrasah Ibtidaiah Nurul Islam di Ngaliyan, Kota Semarang dibongkar, Rabu (19/12 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
20 Desember 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Madrasah Ibtidiah (MI) Nurul Islam yang berlokasi di Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah yang terdampak proyek jalan tol Semarang-Batang masih menempati gedung sementara karena bangunan baru sekolah tersebut belum berdiri. Sementara itu, bangunan lama hingga Rabu (19/12/2018) masih dibongkar.

Sekretaris Yayasan Baiturrohim Ringinwok, Roma Winanto, mengatakan bangunan sekolah sementara tersebut merupakan tanah pinjaman dari keluarga yang sebagian gedung semipermanennya didirikan oleh pelaksana proyek jalan tol. Ruas jalan tol itu, menurut informasi yang beredar, bakal diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (20/12/2018) ini.

"Karena bangunan sekolah yang lama masuk main road [jalan utama], maka untuk sementara proses belajar mengajar dipindah sambil menunggu bangunan penggantinya jadi," katanya.

Saat ini, lanjut dia, proses pembangunan gedung pengganti masih dalam tahap pemasangan tiang pancang. Ia tidak mengetahui secara pasti kapan bangunan pengganti itu akan selesai dibangun. "Rencananya akan dibangun dua lantai dengan 19 ruang kelas," katanya.

Jika gedung baru selesai, kata dia, maka bangunan sementara yang dipinjam untuk proses belajar mengajar sekitar 480 siswa akan dikembalikan ke keluarga yayasan.  Ia lalu menjelaskan salah satu penyebab molornya pembangunan gedung baru tersebut karena proses administrasi peralihan tanah wakaf yang memerlukam waktu.

"Pada intinya kami tidak ingin mempersulit. Buktinya kami tidak bersikukuh mempertahankan agar program kerja Pak Jokowi dalam membangun infrastruktur tetap berjalan," katanya.

Namun, lanjut dia, kondisi tersebu berbeda dengan Masjid Baiturrohman yang masih berdiri di tepi jalan tol tersebut. Menurut dia, masjid yang bersebelahan dengan gedung MI yang sudah dibongkar itu tetap harus menunggu penggantinya sebelum dipindah.

Berbeda dengan sekolah, lanjut dia, pembongkaran masjid yang masih digunakan oleh warga sekitar itu harus menunggu bangunan baru jadi. "Lagi pula posisinya bukan di badan jalan. Untuk pembongkaran masjid akan menunggu setelah penggantinya jadi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara