IAIN Salatiga Siap Jadi Universitas Riset

Wakil Rektor IAIN Salatiga Agus Waluyo (tengah) menghadiri seminar di Kampus 3 IAIN Salatiga, Jumat (21/12 - 2018). (Semarangpos.com/IAIN Salatiga)
24 Desember 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Perguruan tinggi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga bertekad bertransformasi dari universitas berbasis pengajaran (teaching university) menjadi universitas berbasis riset (research university). Hal itu disampaikan Wakil Rekor I IAIN Salatiga, Agus Waluto, saat menghadiri seminar bersama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kampus 3 IAIN Salatiga, Jumat (21/12/2018) sore.

Agus menilai di era globalisasi seperti saat ini, penelitian menjadi poin utama dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. “Penelitian dulu baru setelah itu hasil penelitian diterapkan untuk bahan pengajaran dan pengabdian di masyarakat,” ujar Agus dalam keterangan resmi.

Agus mengatakan saat ini banyak perguruan tinggi yang tampil sebagai teaching university. Cirinya, kata dia, menerapkan banyak mata kuliah sehingga justru terjadi tumpang tindih. Selain itu dosen jadi lebih fokus pada pengajaran dan menjadikan penelitian hanya untuk memenuhi beban kerja.

“Juga belum ada keselarasan penelitian dengan industri atau pemerintah daerah. Hasilnya pun belum dideseminasikan,” ungkap Agus.

Wakil Rektor II IAIN Salatiga, Kastolani, menambahkan dibandingkan dengan negara-negara tetangga jumlah publikasi ilmiah di Indonesia terbilang minim. Karena itu penelitian memang menjadi fokus perhatian perguruan tinggi saat ini, utamanya soal studi Islam.

“Semangat membaca menjadi kunci keberhasilan kita. Hasil bacaan kita renungkan kemudian ditulis dan dipublish,” papar dia.

Sementara itu, Satgas Bidang Kerja Sama UIII, Irfan Abubakar, mengaku senang bisa menggelar sosialisasi di Salatiga. IAIN Salatiga merupakan kota kedua yang dikunjungi setelah sebelumnya Satgas UIII menyambangi UIN Makasar.

Ia mengatakan IAIN Salatiga dipilih karena dinilai sebagai perguruan tinggi Islam di tingkat lokal yang perkembangannya pesat. Selain itu, lanjut dia, Salatiga merupakan salah satu kota toleran di Indonesia. Hal ini sesuai dengan UIII yang didirikan untuk menjaga toleransi.

“Indononesia adalah negara yang toleran dan Salatiga adalah miniatur Indonesia. Kami yakin akan mendapatkan banyak inspirasi dari sini,” papar dia.

UIII yang saat ini kampusnya masih dalan tahap pembangunan akan mulai menerima mahasiswa baru pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Kampus berbasis riset ini hanya fokus pada program postgraduated atau magister (S2) dan doktoral (S3). Jumlah mahasiswa akan dibatasi karena menerapkan sistem beasiswa penuh. “Anda tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk belajar di universitas bertaraf internasional,” imbuh anggota Satgas UIII lainnya, Ali Muhanif, yang menginformasikan UIII dibangun di lahan seluas 140 hektare di wilayah Depok, Jawa Barat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya