Begini Cara Ganjar Ajak Warga Tak Bikin Sampah Plastik…

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memamerkan tumbler miliknya di ruang kerjanya, Kamis (27/12 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
27 Desember 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, terlihat membawa tumbler atau wadah air minum yang terbuat dari plastik saat datang ke ruang kerjanya di komplek perkantoran Pemprov Jateng, Kota Semarang, Kamis (27/12/2018). Di sepanjang jalan menuju ruang kerja, politikus PDIP itu terlihat memamerkan tumbler tersebut.

Aksi memamerkan tumbler itu rupanya dilakukan Ganjar untuk mengampanyekan penggurangan penggunaan plastik. Ia mengaku resah karena penggunaan plastik yang masif menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana, tak terkecuali banjir di Semarang, beberapa waktu lalu.

Bencana, lanjut Ganjar, yang disebabkan plastik memang luar biasa. Mulai dari banjir hingga kerusakan ekosistem di laut. Bahkan karena sampah plastik, Indonesia diganjar sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok.

"Banjir sekarang isinya sampah sampai ke laut. Ikan paus, mati dibuka perutnya isinya plastik. Sekarang ikan cucut, cucutnya terikat plastik tidak bisa terbuka sampai mati. Kura-kura terjepit plastik, begitu besar dia kejepit tengahnya melembung kan kasihan. Ini yang terjadi ekosistem kita makin rusak," kata Ganjar, Kamis (27/12/2018).

Ia pun mendorong agar tumbler dijadikan pilihan tempat air minum daripada membeli air dari kemasan botol plastik yang sekali pakai.

“Kalau minum besok bawa gembes atau tumbler bawa sendiri. Gelas mulai dipakai lagi, mulai masak air lagi. Itu baik. Kita kurangi karena plasiknya luar biasa,” ujar Ganjar.

Ganjar memang kerap mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik. Bahkan dalam video blogger (vlog) terbarunya di media sosial, Ganjar memamerkan tumbler hitam miliknya.

Dalam vlog itu, selain menunjukkan tumbler, Ganjar juga memamerkan ruang kerjanya yang tidak menyajikan air minum kemasan. Sebagai gantinya terdapat teko dan gelas-gelas kaca yang berjejer.

Teko itu berisi air putih. Kepada setiap tamu, Ganjar mempersilakan agar menuang sendiri. Namun ada satu syarat jika hendak menuang air ke gelas, yakni harus dihabiskan.

"Tamu sekarang tidak lagi minum pakai minuman-minuman kemasan plastik, tapi tamu menuang sendiri saya kasih gelas dan harus diminum habis. Plastiknya tidak ada. Mana gembes-mu? Mana tumblermu? Ini punyaku," kata Ganjar.

Sebelumnya Ganjar juga sering berkisah mengenai upaya pengurangan sampah yang dilakukan ibundanya dahulu. Setiap ibu belanja, kata Ganjar, memilih untuk membawa keranjang sendiri tidak mengandalkan plastik atau kresek pemberian dari penjual atau toko.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya