Sepanjang 2018, 1.005 Laka Terjadi di Semarang, 185 Nyawa Melayang

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di Semarang. (dok.Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
28 Desember 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sepanjang 2018, sekitar 1.005 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Kota Semarang. Dari kecelakaan sebanyak itu, sekitar 185 orang korban mengalami kematian.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, menyebutkan kecelakaan yang terjadi sejak 1 Januari-25 Desember 2018 itu didominasi usia produktif, sekitar 25 tahun. Sebagian besar kecelakaan juga melibatkan kendaraan berat.

"Sebagian besar memang melibatkan kendaraan berat. Evaluasi kami, itu [kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat] mengakibatkan tingkat fatalitas korban yang sangat tinggi,” ujar Ardi saat dijumpai wartawan di Pos Polisi Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (26/12/2018).

Ardi juga mengatakan, salah satu pemicu tingginya korban jiwa yakni belum adanya kanalisasi di sejumlah ruas jalan yang dilintasi oleh kendaraan berbagai ukuran. Seperti di Jl. Mangkang yang merupakan jalur pantai utara dan kerap dilintasi kendaraan berat atau truk. Di jalur itu, semua jenis kendaraan bercampur dalam satu ruas tanpa pembatas, seperti sepeda motor dengan bus maupun truk.

“Maka dari itu saya sangat berharap semoga secepatnya bisa memberlakukan kanalisasi di sejumlah jalan yang dilewati oleh kendaraan berbagai macam ukuran. Itu juga sebagai upaya untuk menekan fatalitas korban saat terjadi kecelakaan,” jelas Ardi.

Ardi menambahkan proyek kanalisasi terdekat diharap segera terealisasi di Jl. Raya Mangkang, Kecamatan Tugu, yang arah menuju pusat Kota Semarang atau Tugu Muda. Kanalisasi itu dilakukan untuk memisahkan kendaraan roda dua dan roda empat. Dengan kanalisasi itu, diharapkan bisa menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Saat terjadi kecelakaan, kendaraan berat menimpa korban akan sangat fatal. Kalau dipisah, kendaraan roda dua dan kendaraan berat tidak tercampur dan bisa mengurangi resiko kematian terhadap korban,” imbuh Ardi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya