Sepanjang 2018, Bank Jateng Ukir Laba Rp1,97 T

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyantno (tengah) berbincang dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat acara penyerahaan dana sosial Bank Jateng di kantor Bank Jateng, Kota Semarang, Jumat (28/12 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
29 Desember 2018 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sepanjang 2018, Bank Jateng berhasil mencatatkan keuntungan atau laba mencapai Rp1,97 triliun. Jumlah ini lebih besar dibanding target dari rencana bisnis yang sebelumnya ditetapkan Bank Jateng pada tahun 2018, yakni Rp1,73 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno, saat acara penyerahan bantuan dana sosial atau corporate social responsibility (CSR) di kantor Bank Jateng, Jl. Pemuda, Kota Semarang, Jumat (28/12/2018).

"Alhamdulillah, dengan capaian itu [laba Rp1,97 triliun] kita menjadi BUMD [badan usaha milik daerah] terbesar kedua tingkat nasional," tutur Supriyatno.

Selain mencatatkan laba yang cukup besar, bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng itu juga mengalami peningkatan nilai aset yang cukup signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Jika pada 2013, aset Bank Jateng hanya mencapai Rp30,70 triliun, maka hingga Desember 2018, asetnya bertambah dua kali lipat menjadi Rp68,81 triliun.

"Disamping itu, pertumbuhan dana kredit selama lima tahun terakhir juga tumbuh di kisaran 16% atau lebih tinggi dibanding BPD-BPD [bank pembangunan daerah] lain," imbuh pria yang akrab disapa Nano itu.

Tak hanya fokus dalam mencari keuntungan, Bank Jateng juga aktif dalam menyalurkan bantuan sosial dalam program CSR. Sepanjang 2018, total dana yang digelontorkan Bank Jateng untuk program CSR mencapai Rp19,03 miliar.

Dana sosial itu disalurkan untuk berbagai kegiatan, seperti pengentasan kemiskinan melalui penanganan 814 rumah tidak layak huni (RTLH) se-Jateng, pemberian perlindungan BPJS Ketenagakrejaan bagi pekerja informal, hingga restorasi bangunan cagar budaya, yakni Gedung ITC di kawasan Kota Lama Semarang.

"Harapan kita tentu porsi dana CSR yang disalurkan pada tahun depan lebih besar. Agar bisa memberikan porsi dana yang lebih besar, tentu keuangan kita juga harus lebih sehat," terang Nano.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya