Politeknik PU Dibuka di Semarang Tahun 2019

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Antara)
29 Desember 2018 18:50 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Universitas Diponegoro bekerja sama mendirikan Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pembukaan perguruan tinggi pekerjaan umum itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah pada tahun 2019. Salah satunya adalah dengan mengembangkan pendidikan vokasi guna meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil dan bersertifikat sehingga dapat bersaing secara global.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyambut baik dan mendukung inisiatif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendirikan Politeknik PU tersebut. Menurutnya, hal itu akan mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang pekerjaan umum dan konstruksi di Indonesia yang saat ini jumlahnya sangat terbatas.

“Pengajuan Pendirian Politeknik PU ini merupakan langkah yang bagus untuk mensuplai tenaga kerja yangkompeten khususnya bidang konstruksi. Lulusan Poltek PU diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, namun harus mendapat sertifikat kompetensi” ujar Nasir, dikutip dari keterangan resmi Kemenristekdikti, Jumat (28/12/2018).

Menteri PUPR Basuki mengatakan untuk tahap awal, Politeknik PU akan memiliki tiga program studi yaitu Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, dan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan. Mahasiswa Politeknik PU berasal dari aparatur sipil negara (ASN) Kementerian PUPR, tenaga kerja konstruksi, dan mahasiswa dari jalur umum.

Tahun 2019 akan dimulai penerimaan mahasiswa sebanyak 50 orang setiap jurusan sehingga total mahasiswa akan menjadi 150 orang. “Kami bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dalam pendirian Poltek PU. Selain itu kami bekerja sama dengan IHE Delft Belanda untuk penyusunan kurikulum dan tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Jepang dalam penyediaan laboratorium,” kata Basuki.

Lokasi kampus Politeknik Semarang akan menggunakan Balai Ujicoba Sistem Diklat Perumahan dan Permukiman di Tembalang, Semarang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Lolly Martina Martief memaparkan saat ini industri konstruksi membutuhkan banyak tenaga kerja konstruksi. Akan tetapi, dari total tenaga kerja konstruksi di Indonesia sekitar 8,1 juta orang, 74% merupakan’ unskilled labour dengan pendidikan di bawah jenjang SMA. Dari jumlah tersebut baru 485.534 orang (5,97%) yang menjalani sertifikasi kompetensi.

“Dengan kondisi tersebut, hal ini mendesak peningkatan kapasitas tenaga kerja konstruksi dari unskilled labour menjadi tenaga kerja konstruksi yang terampil, salah satunya dengan pendirian Politeknik PU,” jelas Lolly.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro M. Agung Wibowo menyatakan bahwa Undip siap bekerja sama dalam pengembangan Politeknik PU. Pengembangan Politeknik PU diharapkan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga mampu menjadi institusi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis