Ulama Ingatkan Umat Tak Larut di Pertarungan Politik

Prof. Noor Achmad (dari kiri ke kanan), K.H. Hanief Ismail, dan K.H. Muhammad Zaen Yusuf. (Antara/MAJT)
01 Januari 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Umat Islam di Jawa Tengah diharapkan tidak larut dalam pertarungan politik antartim sukses peserta Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden) 2019. Persaingan antartim sukses itu ditengarai semakin tajam, terutama dalam perang opini melalui media sosial.

Demikian dikemukakan Ketua DPP Masjid Agung Jawa Tengah Prof. K.H. Noor Achmad dalam dialog interaktif Ulama Menyapa yang digagas MAJT di Kota Semarang dan disiarkan TVKU, Senin (31/12/2018). Diingatkannya, membingkai perdamaian dalam nuansa Pilpres dan Pileg di 2019 memang bukan hal mudah mengingat pertarungan politik yang makin keras.

Oleh karena itu, ia mengajak warga Jateng tidak larut dalam suasana panas tersebut, tetapi justru mampu menjadi penggerak perdamaian karena masyarakat Jateng terbiasa dengan suasana guyub dan rukun. Para ulama dan tokoh agama, menurut dia tiada henti memberi nasihat dan pencerahan tentang pentingnya semua elemen masyarakat menjaga persatuan dan keutuhan umat pada tahun politik.   

"Kita berharap Provinsi Jateng dapat menjadi pelopor perdamaian dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut," kata Noor Achmad yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam dialog berdurasi satu jam yang dipandu Myra Azzahra dan mengetengahkan tema “Makna Peringatan Tahun Baru dalam Perspektif Islam” itu, tampil dua narasumber lain, yakni Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Semarang K.H. Hanief Ismail dan Pimpinan Baznas Jateng K.H. Muhammad Zaen Yusuf.

Hanief Ismail dan Muhammad Zaen Yusuf menggarisbawahi harapan Noor Achmad. Hanief menyoroti munculnya ‘perang’ ulama di media sosial karena berada di tim sukses yang berbeda.  "Makanya pada di tahun baru ini, ulama harus bermuhasabah. Ulama juga manusia biasa yang tak lepas dari kekurangsempurnaan," katanya.

Hanief menyatakan prihatin atas munculnya perang opini politik dari dua timsukses capres-cawapres yang makin meruncing sehingga ada yang terjebak membawa agama yang berpotensi memicu perpecahan. Sementara itu, K.H. Muhammad Zaen Yusuf meminta semua elemen masyarakat bersikap arif menyongsong Tahun Politik 2019. "Beda pilihan itu wajar, boleh-boleh saja," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara