Ombak 4 Meter Ancam Pantai Selatan Jawa

Nelayan menerobos ombak saat hendak menyelamatkan perahu yang diparkir di tengah laut Kedonganan, Badung, Bali, Sabtu (29/12 - 2018). BMKG telah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mewaspadai ketinggian gelombang laut 2/4 meter hingga beberapa hari ke depan karena angin kencang di selatan Jawa, Bali dan Lombok. (Antara/Nyoman Hendra Wibowo)
02 Januari 2019 22:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang memprediksi bakal adanya ombak setinggi empat meter yang mengancam pantai selatan Jawa. BMKG mengimbau masyarakat di sekitar pantai selatan waspada mengingat potensi ombak tinggi masih akan terjadi beberapa waktu ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Tuban Wiyoso mengatakan, proyeksi ombak tinggi diperkirakan masih terjadi hingga 3 Januari 2019. Ombak tinggi antara 1,25 meter hingga 2,5 meter juga berpeluang terjadi di laut pantura Jawa Tengah.

Dia menyebutkan, ombak tinggi antara 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Ditambah, ombak tinggi juga diprediksi terjadi di Samudera Hindia selatan Cilacap, Samudera Hindia Kebumen, Samudara Hindia Purworejo dan Samudera Hindia Selatan Yogyakarta.

“Tinggi Gelombang lebih dari 1,25 meter, perahu nelayan disarankan jangan melaut dulu, karena masih berisiko terhadap keselamatan. Apalagi di selatan Jawa tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter,” ujar Tuban, Rabu (2/1/2018).

Tuban mengatakan, ombak tinggi di perairan Jawa berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir di sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga diminta untuk selalu waspada.

Sementara terkait dengan risiko keselamatan pelayaran, BMKG meminta agar insan pelayaran memperhatikan informasi dari BMKG. Perahu nelayan berkecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, kapal fery dengan kecepatan angin 21 Knot dan tinggi gelombang 2,5 meter dan kapal besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin 27 knot dan tinggi gelombang 4 meter.

“Imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai agar tetap waspada terhadap gelombang tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan karena ada ombak tinggi, nelayan di Kota Semarang, Jawa Tengah terpaksa mengandangkan kapalnya di dermaga di Kampung Tambaklorok, Semarang. Mereka tak berani melaut karena ada ombak tinggi di perairan laut Jawa Tengah.

Nelayan Tambaklorok, Semarang, Sugiarto menjelaskan, pihaknya dan teman-teman nelayan kebanyakan menghentikan aktivitas melautnya. Menurutnya, ombak tinggi yang saat ini terjadi membuat nelayan kesulitan menjala ikan.

“Kalau dipaksakan melaut tidak ada hasilnya. Ikan juga tidak ada karena ombaknya besar,” ujar Sugiarto.

Sugiarto menambahkan, pihaknya tidak bisa melaut sejak akhir Desember 2018 lalu, hingga saat ini. Di laut Jawa, terjadi hembasan angin yang cukup kencang hingga para nelayan sulit mengendalikan perahunya.

Akibat nelayan yang tidak melaut, pasokan ikan hasil laut menurun. Sejumlah komoditas mulai cumi-cumi dan hasil ikan laut lain mulai sulit didapatkan di pasaran.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis