2018, Penumpang di Bandara Ahmad Yani Capai 5,16 Juta

Ilustrasi kesibukan di apron Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, (Antara/Aji Styawan)
03 Januari 2019 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —Tren pengguna jasa transportasi udara di Jawa Tengah (Jateng), terutama Kota Semarang, terus mengalami peningkatan. Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, selama 2018.

Data yang diterima Semarangpos.com dari PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Rabu (2/1/2018), jumlah penumpang selama 2018 mencapai 5,16 juta jiwa atau lebih banyak sekitar 17% dibanding tahun 2017, yang hanya mencapai 4,4 juta orang.

Meningkatnya jumlah penumpang ini tak bisa dilepaskan dari faktor adanya terminal baru di bandara tersebut. Bangunan terminal baru yang menghabiskan dana mencapai Rp930 miliar itu memiliki luas area 58.652 meter persegi (m2) atau sembilan kali lebih besar dibanding luas terminal sebelumnya, yang hanya 6.708 m2.

Dengan bangunan yang lebih luas itu, terminal Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pun mampu menampung penumpang lebih banyak. Bahkan,  terminal tersebut ditarget mampu menampung 7 juta penumpang per tahun.

“Ke depan, dalam rangka mengantisipasi dan meningkatkan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat, kami tengah mengevaluasi rencana penambahan panjang runway dan pembangunan paralel taxi way, termasuk penambahan rapid exit taxi way,” ujar Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Ahmad Danar Suryantono, dalam keterangan resmi, Rabu petang.

Danar menambahkan dengan adanya penambahan panjang runway akan membuka peluang pesawat tipe wide body untuk beroperasi di bandara yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 7 Juni lalu. Saat ini, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang hanya mampu menampung 12 pesawat narrow body (ramping) atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan dua pesawat wide body (berbadan lebar) kargo.

“Sementara dengan adanya pembangunan paralel taxi way, termasuk rapid exit taxi way bisa menambah kemampuan kapasitas pergerakan pesawat per jamnya. Saat ini kondisi existing kapasitas saat ini adalah 14 pergerakan pesawat per jam,” imbuh Danar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya