Gubernur Minta KPU Jateng Waspadai Pembobolan IT Pemilu 2019

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima kunjungan KPU Jateng, Rabu (2/1 - 2019). (Antara/Humas Pemprov Jateng)
03 Januari 2019 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng memproteksi sistem informasi dan teknologi (IT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sehingga tidak ada pihak yang bisa membobolnya.

"Data calon sudah aman, jumlah pemilih sudah diverifikasi aman. Saya berharap sistem IT berjalan baik, persiapkan juga audit dan proteksi sehingga tidak ada yang membobol," kata Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima jajaran KPU Jateng di ruang kerjanya, Kantor Gubernur, Kota Semarang, Rabu (2/1/2019).

Terkait dengan permasalahan terbatasnya tempat untuk menyimpan logistik pemilu pada tingkat kecamatan, Gubernur Ganjar Pranowo meminta bupati dan wali kota di Jateng untuk membantu penyediaan gudang karena saat ini memasuki musim penghujan. Dia mengakui distribusi maupun penyimpanan logistik pemilu harus aman dan lancar sehingga perlu kerja sama dengan sejumlah pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) daerah  pun diperlukan.

"Contoh surat suara harus segera disebarkan sekarang agar masyarakat lebih paham bagaimana cara mencoblosnya, tidak hanya membayangkan nanti seperti apa," ujarnya.

Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat menjelaskan bahwa silaturahim ini dalam rangka perkenalan anggota KPU Jateng Periode 2018-2023 sekaligus menyampaikan kepada Gubernur Jateng terkait dengan persiapan-persiapan yang telah dan akan dilaksanakan oleh jajarannya dalam menyukseskan Pemilu 2019.

Ia menyebutkan distribusi logistik pemilu seperti kotak suara, tinta, segel dan alat kelengkapan lainnya sudah dikirim serta di kabupaten/kota. "Daftar pemilih tetap [DPT] pun sudah ditetapkan 27.896.902 pemilih yang terbagi dalam 115.391 tempat pemungutan suara (TPS), jumlah itu lebih besar karena satu TPS digunakan untuk 300-an pemilih," katanya.

Anggota KPU Jateng Ikhwanudin yang juga Koordinator Divisi Perencanaan dan Logistik menambahkan pihaknya membutuhkan gudang di setiap kabupaten/kota untuk menyimpan logistik pemilu sebelum didistribusikan ke kecamatan. Selain itu, kata dia, gudang di tingkat kecamatan untuk menyimpan logistik pemilu sebelum didistribusikan ke desa atau ke kelurahan, sedangkan tidak semua daerah memiliki gudang jika memungkinkan untuk menyewa.

"Kami tidak ada pos anggaran untuk sewa gudang, belum lagi soal pengamanan," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara