Di Semarang, Menristekdikti Tegaskan Motor Listrik Tanpa Proteksi

Menteri ESDM Ignasius Jonan mencoba sepeda motor listrik Garasindo Electric Scooter Institut Teknologi Sepuluh November (GESITS) di halaman gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (19/10 - 2/17). (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
03 Januari 2019 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019), menyatakan sepeda motor listrik segera diproduksi massal. Ia memastikan produksi maupun pemasaran sepeda motor listrik itu tanpa proteksi dari pemerintah.

Motor listrik itu dinyatakannya sebagai salah satu sarana transportasi yang ramah lingkungan. "Motor listrik Januari ini produksi massal, yang kemarin sudah di-launching Pak Presiden di Istana Negara pada November 2018," kata Menristekdikti.

Menristekdikti menyebutkan produksi pertama sepeda listrik akan berjumlah 5.000 unit per bulan. "Mudah-mudahan Januari produksi massal [sepeda motor listrik] sudah dimulai," ujarnya.

Pada awal November 2018, Presiden Joko Widodo telah mencoba langsung sepeda motor listrik Garasindo Electric Scooter Institut Teknologi Sepuluh Nopember (GESITS) hasil kolaborasi PT Gesits Technologies Indo (GTI) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Presiden Jokowi mencoba mengendarai sepeda motor listrik itu dari Istana Merdeka hingga Istana Negara atau sejauh lebih dari 200 meter.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa sepeda motor listrik buatan PT GTI dan ITS itu tidak akan mendapatkan proteksi dari pemerintah karena tidak akan mendidik. "Tidak ada proteksi. Itu tidak mendidik. Sebuah produk apa pun kalau harganya kompetitif dibanding produk lainnya pasti akan diterima pasar," kata Presiden Jokowi.

Kendati Menristekdikti M. Nasir maupun Presiden Jokowi mendengung-dengungkan kebijakan tanpa proteksi dari pemerintah, sejak awal proyek motor listrik GESITS yang diproduksi bersama oleh ITS, Garasindo, dan PT Wijaya Karya Konstruksi itu mendapat dorongan dari pemerintah. Bahkan, Garasindo berharap pihak-pihak badan usaha milik negara (BUMN) seperti PT PLN dan Pertamina ikut berkontribusi sehingga pemanfaatan sepeda motor listrik itu bisa lebih murah dan efisien.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara