244 Wisatawan Karimunjawa Baru Bisa Pulang Besok

Wisatawan berjalan di dermaga setelah kapal yang mereka tumpangi tiba di Pulau Karimunjawa. (Antara)
03 Januari 2019 19:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 244 wisatawan yang terjebak di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akhirnya dinyatakan bisa segera pulang. Sebelumnya, mereka tidak dapat pulang karena gelombang tinggi di laut Jawa beberapa hari ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan lampu hijau bagi kapal untuk beroperasi mulai Jumat (4/1/2019). Nur Soleh, sekretaris camat Karimunjawa, menuturkan kepastian keberangkatan kapal penyeberangan dari Karimujawa ke Jepara setelah mengantongi dari BMKG tersebut.

"Jadwal kapalnya besok pagi [Jumat 4/1/2019]. BMKG sudah mengizinkan setelah sebelumnya tertahan karena ombak tinggi di laut Jawa, " kata Nur, Kamis (3/1/2019).

Dia menambahkan sesuai jadwal, ratusan wisatawan akan menumpangi dua kapal, yakni KMP Siginjai dan Kapal Ekpress Bahari, Jumat pukul 06.30 WIB. Jadwal tersebut mulai berlaku reguler seperti sebelumnya. 

Nur menjelaskan para wisatawan yang tertahan di Karimunjawa adalah mereka yang memilih berlibur akhir tahun di pulau paling eksotis di Jawa Tengah tersebut. Rata-rata mereka tiba di Karimunjawa pada Jumat, Sabtu dan Minggu. 

Sayangnya, mereka tak bisa langsung pulang karena tinggi ombak laut yang lebih dari 2,5 m pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Alhasil, seluruh pelayaran dari pelabuhan Jepara menuju Karimunjawa maupun sebaliknya terpaksa dihentikan.

"Hari Rabu kemarin, sudah ada 122 wisatawan yang diangkut menggunakan pesawat menuju Semarang. Tapi masih ada 244 orang yang tidak mau dengan alasan kendaraannya dititipkan di Jepara, " tutur dia. 

Terkait kunjungan wisatawan di Karimujawa pada momentum libur Hari Natal dan Tahun Baru, Nur menyatakan jumlahnya relatif menurun, berkisar antara 2.000 wisatawan hingga 3.000 wisatawan. Selain takut adanya ombak tinggi, banyak wisatawan yang memperhatikan informasi BMKG terkait ombak tinggi di laut Jawa.

"Ada juga wisatawan yang takut setelah kejadian tsunami di Selat Sunda lalu. Jadi sedikit menurun, " katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis