Okupansi Hotel Jateng Dekati Optimal di Akhir 2018

Pengunjung menyaksikan pertunjukan Semarang Bridge Fountain atau jembatan dengan air mancur menari jelang malam pergantian tahun baru di area Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang, Jawa Tengah, Senin (31/12 - 2018). (Antara/Aji Styawan)
04 Januari 2019 04:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Tingkat hunian hotel di Jawa Tengah pada Desember 2018 cukup tinggi, mencapai 94% atau mendekati optimal. Peraihan okupansi hotek di Jateng tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang hanya 91%.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih, mengatakan sebelum Hari Natal, mayoritas kamar hotel telah terisi atau full booking. Kendati demikian, khusus Kota Semarang, PHRI Jateng mencatat okupansi hotel full di angka 100%.

Benk menyebut, kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang apabila dirata-ratakan hanya berada pada angka 91%. "Tahun lalu rata rata 91% se-Jateng," kata Benk, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, beberapa faktor yang memengaruhi tingginya tingkat hunian ini adalah infrastuktur jalan tol yang sudah menyambungkan Kota Semarang dengan berbagai daerah. Bukan hanya itu, banyaknya destinasi wisata baru di Jateng yang dibuka oleh pemerintah.

"Terbaru seperti Saloka dan Jembatan Banjir Kanal Barat. Itu menarik minat masyarakat, khususnya dari Jakarta, Jawa Barat, dan lainnya untuk datang ke Semarang," katanya.

Sementara itu dari data BPS Jateng, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Jawa Tengah sepanjang bulan November 2018 tercatat sebanyak 1.844 kunjungan. Angka itu mengalami penurunan sebesar 2,69% dibandingkan bulan Oktober 2018 yang tercatat sebanyak 1.895 kunjungan.

Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono, mengatakan kunjungan wisman melalui pintu masuk Bandara Ahmad Yani Semarang pada November 2018 tercatat sebanyak 1.844 kunjungan. Angka itu mengalami penurunan sebesar 2,69%.

"Jumlah kunjungan wisman terbanyak masih berasal dari warga negara berkebangsaan MaIaysia yaitu 904 kunjungan, disusul Singapura 320 kunjungan dan India sebanyak 119 kunjungan," kata Sentot.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis