Berkunjung ke Semarang, Iriana Jokowi Ajak Ibu-Ibu Deteksi Kanker Serviks

Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, menyapa siswa SD di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat (4/1 - 2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
04 Januari 2019 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ibu Negara, Iriana Joko Widodo (Jokowi), kembali berkunjung ke Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (4/1/2019). Namun, kali ini Iriana datang tanpa didampingi suaminya, Presiden Jokowi.

Kali ini, Iriana datang bersama para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. Mereka berkunjung ke beberapa lokasi di Semarang, salah satunya Puskesmas Karangmalang, Kecamatan Mijen.

Di puskesmas yang terletak di pinggiran Kota Semarang itu, Iriana menyempatkan diri menyapa para ibu-ibu yang telah melakukan tes Inspeksi Visual Asetat (IVA). Tes itu digelar untuk mendeteksi secara dini kanker serviks atau leher rahim.

Iriana meminta para perempuan tidak perlu takut saat melakukan tes IVA. Dengan menjalani tes IVA, pasien bisa mengetahui kondisi kesehatan organ kewanitaan sekaligus mencegah kanker leher rahim sejak dini. Apalagi, selama ini banyak perempuan di Indonesia belum banyak yang mengetahui tentang tes IVA serta bahaya kanker serviks.

“Ibu-ibu tadi ke sini tidak dipaksa kan, tidak cemas to bu? Semoga hasilnya baik semua. Ini juga kan untuk suami. Ibu sehat, suami senang,” ujar Ibu Negara di sela meninjau kegiatan IVA test itu.

Selain mengunjungi ibu-ibu yang tengah menjalani tes IVA, perempuan asal Solo itu juga berkesempatan menyapa siswa sekolah dasar (SD) yang berkumpul di puskesmas tersebut. Sambil mengampanyekan gerakan minum susu, Iriana bersama ibu-ibu OASE Kabinet Kerja juga membagikan bingkisan berisi perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono, menyebutkan hingga 2018 total sudah ada sekitar 161 penderita kanker serviks yang ditemukan di Kota Semarang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding prevalensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait jumlah penderita kanker serviks di Kota Semarang yang mencapai lebih dari 2.000 orang.

“Hingga 2018 memang penderita yang ditemukan baru sekitar 161 orang. Tapi, jumlah ini masih jauh dari prediksi Kementerian Kesehatan. Bisa saja, jumlah penderita kanker serviks lebih banyak karena banyak yang belum tahu, belum melakukan pemeriksaan, atau takut melakukan pemeriksaan,” ujar Widoyono.

Widoyono menyebutkan untuk tes IVA sebenarnya sarana dan prasarana kesehatan di Kota Semarang sudah sangat memadai. Bahkan dari 37 puskesmas yang ada di Semarang, 14 puskesmas di antaranya sudah mampu menggelar tes IVA.

“Tahun kemarin saja [2018] sudah ada sekitar 2.450 perempuan yang diperiksa. Dari jumlah sebanyak itu yang positif [menderita kanker leher rahim] sekitar 83 orang. Perempuan yang boleh menjalani tes IVA harus sudah menikah dan tes ini digelar setahun sekali,” jelas Widoyono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya