Perusakan Makam di Magelang Diduga Dilatarbelakangi Faktor Mistis

Penjaga makam Giriloyo, Karet, Kota Magelang menunjukkan nisan salib dari kayu yang dirusak orang tidak bertanggung jawab, Rabu (2/1 - 2019). (Antara - Heru Suyitno)
05 Januari 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kota Magelang hingga saat ini masih mengungkap tabir dibalik kasus perusakan sejumlah makam di tempat permakaman umum (TPU) di kota tersebut. Selain motif sentiment agama atau SARA, perusakan makam itu diduga juga dilandasi faktor mistis dari si pelaku.

“Bisa jadi alasan itu juga [mistik]. Karena yang dirusak bukan hanya makam orang Kristen, tapi juga muslim,” ujar Kapolres Kota Magelang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (3/1/2019).

Pria yang akrab disapa Kris itu menyebutkan ada tiga TPU di Kota Magelang yang makamnya menjadi sasaran perusakan. Ketiga TPU itu, yakni TPU Dharmo Giriloyo, TPU Kiringan, dan TPU Malangan.

Di TPU Giriloyo, polisi menemukan ada 12 makan yang nisannya dirusak, di mana 11 makam di antaranya milik umat Kristen dan satu milik umat Muslim. Sementara di TPU Kiringan terdapat enam makam yang dirusak, di mana enam di antaranya milik umat Kristen dan dua milik umat Muslim.

Sedangkan di TPU Malangan hanya ada satu makam yang dirusak. Saat perusakan itu, pelaku sempat terpergok warga namun berhasil meloloskan diri.

“Kami sudah kantongi ciri-cirinya. Akan kami ungkap secepatnya,” imbuh Kris.

Kris menyebutkan dugaan motif mistis di balik perusakan makam itu memang sempat mencuat. Apalagi, sebelumnya kasus perusakan makam dengan motif mencari pesugihan atau hal-hal gaib lain pernah terjadi di Kota Magelang.

“Saya lupa pastinya, tapi berdasarkan info yang saya terima perusakan makam seperti ini juga pernah terjadi. Kalau enggak salah sekitar tiga atau dua tahun yang lalu. Makanya, kemarin sempat mencuat dugaan kalau motifnya mencari hal-hal yang mistis itu,” terang Kris.

Kendati demikian, Kris tidak mau berasumsi terlalu jauh sebelum menyimpulkan motif di balik perusakan makam tersebut. Ia hanya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang mampu menimbulkan perpecahaan antarsuku, agama, maupun golongan.

Kris menambahkan terungkapnya kasus perusakan nisan di tiga lokasi permakaman itu setelah pihaknya mendapat laporan warga, Selasa (2/1/2019).

Laporan kali pertama diterima dari perusakan nisan di TPU Giriloyo. Beberapa nisan milik umat Kristen di TPU seluas 16,8 ha itu dirusak, tanda salibnya dicabut atau dihancurkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya