Diringkus saat Beraksi, Perusak Makam di Magelang Terungkap, Ini Sosoknya...

Pegawai Pemkot Magelang melakukan perbaikan di nisan yang menjadi sasaran perusakan di Magelang, Kamis (3/1/2019). (Antara - Humas Pemkot Magelang)
05 Januari 2019 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pelaku perusakan sejumlah makam di beberapa tempat permakaman umum (TPU) di Kota Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dalam sebulan terakhir akhirnya terungkap.

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kota Magelang bahkan sudah mengamankan tersangka pelaku perusakan, berinisal FKB, 25, warga Kampung Karangkidul, Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.

Kapolres Kota Magelang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, mengatakan pelaku ditangkap saat tengah beraksi melakukan perusakan di TPU Candi Nambangan, Jumat (4/1/2019) malam. Ia terpergok warga saat tengah merusak dua makam milik pasangan suami istri.

“Jadi awalnya ada saksi [warga] yang mendengar suara dentuman di sekitar TPU. Ia lantas mencari suara itu dan ternyata berasal dari makam yang coba digali tersangka. Saksi itu sempat menyaksikan aksi tersangka selama 15 menit, sebelum akhirnya meringkusnya,” ujar Kapolres Kota Magelang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, saat dihubungi Semarangpos.com, Sabtu (5/1/2019).

Dengan dua makam yang dirusak di TPU Candi Nambangan itu, praktis pelaku hingga saat ini sudah menjalankan aksinya di empat TPU. Total ada 23 makam yang tersebar di empat TPU yang menjadi sasaran perusakan tersangka. Keempat TPU itu, yakni TPU Dharmo Giriloyo, TPU Kiringan, TPU Malangan, dan TPU Candi Nambangan.

Di TPU Giriloyo, pelaku merusak 12 makam, TPU Kiringan 8 makam, TPU Malangan 1 makam, dan TPU Candi Nambangan 2 makam.

Perusakan makam ini pun sempat menghembuskan isu sentimen agama atau SARA. Terlebih lagi sasaran pelaku mayoritas merupakan makam milik umat Kristen dengan cara merusak tanda salib yang terdapat pada nisan.

Meski demikian, Kapolres Kota Magelang membantah jika motif pelaku dilandasi sentimen agama. Hal itu dikarenakan perusakan makam tak hanya menyasar milik umat Kristen, tapi juga Muslim.

Di TPU Giriloyo ada 11 makam milik umat Muslim yang tanda salibnya dirusak. Sedangkan di TPU Kiringan, enam makam milik umat Kristen yang menjadi sasaran perusakan.

Kapolres Kota Magelang menambahkan meski sudah mengamankan tersangka, pihaknya saat ini belum mengetahui motif di balik aksi perusakan makam itu. Ia hanya mengetahui jika pelaku memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah menjadi pasien rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. dr. Soerojo, Kota Magelang.

"Saat ini kami masih menyelidiki motif pelaku merusak makam. Apa aksi ini dilatarbelakangi depresi, kelainan jiwa, atau atas suruhan pihak lain masih kami telusuri," ujar Kapolres yang akrab disapa Kris itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya