Pelaku Perusakan Nisan TPU di Magelang Diobservasi RSJ

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan (kedua dari kiri) beserta jajarannya menunjukkan sejumlah barang bukti perusakan nisan makam di empat TPU di Kota Magelang. (Antara/Heru Suyitno)
07 Januari 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Pelaku perusakan 23 nisan di empat tempat permakaman umum (TPU) Kota Magelang, FK, 25, warga Kampung Karangkidul, Rejowinangun Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah kini menjalani observasi di RSJ dr. Soerojo Magelang.

Kasatreskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo mengatakan tersangka harus menjalani observasi secara menyeluruh oleh tim dokter RSJ dr. Soerojo guna mengetahui kondisi kejiwaannya. "Sudah kami antarkan ke RSJ dr. Soerojo dan akan menjalani observasi dua pekan, untuk hasil paling cepat adalah satu pekan. Kami bawa ke RSJ untuk mengetahui kondisi kejiwaannya. Dengan mengetahui kondisi kejiwaan itu bisa mempertanggungjawabkan secara hukum atau tidak," kata Rinto di Magelang, Minggu (6/1/2019).

Ia menyampaikan dalam pemeriksaan pelaku susah untuk diajak komunikasi. Selama dua pekan di RSJ, tersangka mendapat pengawalan polisi. "Nanti diperiksa oleh tim dokter RSJ, mengenai bagaimana pemeriksaanya, semua kewenangan tim dokter. Yang pasti, begitu hasil keluar, sebagai bahan pemeriksaan pelaku,” katanya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan pelaku telah berada di RSJ dr. Soerojo untuk dilakukan observasi menyeluruh. "Paling tidak dua pekan proses observasi. Mengenai nanti hasilnya seperti apa, kita lihat saja nanti. Proses hukum tetap berjalan," katanya.

Pelaku perusakan 23 nisan di empat TPU Kota Magelang, FK (25), berhasil diringkus Kepolisian Resor Magelang Kota, Jumat (4/1/2019), sekitar pukul 21.30 WIB di TPU Candi Nambangan. Sejumlah nisan makam yang dirusak, yakni di TPU Giriloyo, TPU Piringan, TPU Malangan dan TPU Candi Nambangan Kota Magelang.

Tersangka tercatat pernah menjalani rawat jalan di RSJ dr. Soerojo Kota Magelang pada April 2017.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara