Bawaslu Purworejo Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Purworejo menyelenggarakan sosialisasi pengawasan pemilu paritispatif melalui kegiatan car-free day di Alun-Alun Purworejo, Minggu (6/1 - 2018). (Antara/Bawaslu Purworejo)
07 Januari 2019 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah melaksanakan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif melalui car-free day di alun-alun setempat, Minggu (6/1/2019).

Sedikitnya 250 orang dari berbagai unsur melakukan pawai dalam kegiatan yang digagas Bawaslu Purworejo itu. Ikut terlibat dalam aksi tersebut, antara lain delegasi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten Purworejo, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purworejo, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Purworejo, dan Polres Purworejo.

Peserta aksi yang dipusatkan di Kantor Kesbangpol Pemkab Purworejo datang dengan membawa berbagai tulisan terkait dengan sosialisasi pengawasan pemilu itu, juga berasal dari unsur pengawas desa, panwaslu kecamatan, pelajar, dan masyarakat umum. Di sepanjang rute pawai, mereka juga membagikan stiker dan poster tentang pengawasan pemilu kepada masyarakat, yang intinya mengajak masyarakat terlibat dalam pengawasan Pemilu 2019 di daerah selatan Provinsi Jawa Tengah itu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Puworejo Nur Kholiq dalam keterangan tertulis yang diterima di Magelang, mengatakan kegiatan itu bagian dari program pengembangan pengawasan pemilu partisipatif, di mana masyarakat sebagai subjek pemilu. "Pengawasan partisipatif ini merupakan grand design bawaslu untuk menjadikan masyarakat sebagai subjek pemilu. Masyarakat kita dorong agar terlibat langsung dalam pelaksanaan pemilu, khususnya di bidang pengawasan," kata dia.

Anggota Bawaslu Kabupaten Purworejo Rinto Hariyadi mengharapkan kegiatan pengawasan pemilu perlu disebarluaskan kepada seluruh komponen masyarakat supaya mereka bisa melakukan pengawasan terhadap berbagai tahapan pemilu di lingkungan masing-masing. Pihaknya mendorong masyarakat menyampaikan laporan kepada pihak berwenang jika mengetahui adanya dugaan pelanggaran terhadap pesta demokrasi.

Pihaknya juga terus berupaya melakukan pencegahan pelanggaran terhadap aturan pemilu. "Masyarakat kami dorong untuk melaporkan apabila menjumpai pelanggaran," katanya.

Kepala Kantor Kesbangpol Pemkab Purworejo Bambang Gatot Seno Aji mengemukakan tentang pentingnya mencegah beredarnya hoaks supaya terlaksana pemilu di daerah setempat dalam suasana yang damai. "Isu antihoaks, ujaran kebencian, politik uang, politisasi SARA [suku, agama, ras, dan antagolongan] yang digelorakan bawaslu ini kan sangat relevan sebagai upaya cipta kondisi mewujudkan pemilu yang damai. Jadi kami terpanggil untuk ikut bergabung," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara