Undip Terjunkan 2.512 Mahasiswa KKN

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, menyematkan topi pada peserta KKN di Kampus Undip, Tembalang, Kota Semarang, Senin (7/1 - 2019). (Semarangpos.com/Humas Undip Semarang)
08 Januari 2019 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengirimkan 2.512 mahasiswa untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 10 kabupaten se-Jawa Tengah (Jateng). 10 kabupaten itu, yakni Rembang, jepara, Pati, Grobogan, Temanggung, Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, dan Pemalang.

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, meminta mahasiswanya untuk memberikan inspirasi, kebaikan, dan keteladan kepada masyarakat selama menjalani KKN.

“Kalian harus bisa menunjukkan kualitas pengabdian yang benar-benar berasal dari salah satu world class university,” ujar Rektor Undip saat melepas mahasiswa peserta KKN di Lapangan Widya Puraya, Kampus Undip, Tembalang, Semarang, Senin (7/1/2019).

Rektor juga berpesan kepada mahasiswa agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan KKN. Ia juga meminta mahasiswanya menjaga muruah Undip Semarang.

Rektor menambahkan selama menjalani KKN, mahasiswa harus mampu membuat program kerja yang berkualitas, kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mahasiswa KKN jangan hanya bisa memberikan labeling dan packaging. Tapi juga harus bisa memberikan sentuhan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pengelolaan dan Pengembangan KKN (P2KKN) Undip, Dr.Edy Prasetyo, menjelaskan KKN adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat di luar kampus. KKN secara langsung mengidentifikasikan masalah serta membantu menangani permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan di wilayahnya.

 “KKN Undip Tim I tahun 2018/2019 akan diselenggarakan selama 42 hari yang diterjunkan pada 10 kabupaten di Jateng, mulai 7 Januari – 20 Februari. KKN ini akan melibatkan 115 dosen, di mana 10 orang di antaranya merupakan dosen koordinator,” ujar Edy.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya