Tol Trans Jawa Tak Untungkan Jasa Ekspedisi

Foto aerial suasana hari pertama pengoperasian Tol Salatiga-Kartasura di titik Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/12 - 2018). (Antara/Aditya Pradana Putra)
08 Januari 2019 12:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hadirnya jalan tol Trans Jawa yang akhir 2019 lalu diresmikan Presiden Joko Widodo tak serta merta menguntungkan kalangan pengusaha. Pasalnya, tarif yang dipatok pengelola jalan tol bersama pemerintah dianggap mahal untuk kalangan pengusaha, khususnya kalangan pelaku usaha mikro, kecel dan menengah (UMKM).

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, menilai pembangunan infrastruktur tersebut sudah tepat, karena bisa mendekatkan jarak antarwilayah. Sayangnya, imbuh dia, mahalnya tarif jalan tol itu dinilai malah merugikan pengusaha.

“Infrastruktur ini untuk siapa? Kalau untuk rakyat, mengapa tarifnya sangat mahal? Bagi pengusaha tentu mahalnya tarif tersebut sangat merugikan,” katanya, Senin (7/1/2019).

Tony menjelaskan biaya yang dibayarkan untuk sekali jalan, misalnya ke Semarang dan Solo, tidak sebanding dengan biaya bahan bakar. Meskipun dinilai bermanfaat dan mendekatkan, menurut dia, tarif yang berlaku saat ini tidak berpihak kepada Asperindo.

"Biaya logistik malah akan semakin meningkat. Padahal harusnya bisa memangkas biaya bukan? Nah, ini malah menambah biaya,” tambahnya.

Dia mencontohkan untuk biaya logistik dari Semarang ke Surabaya melewati Tol Trans Jawa, pengusaha logistik sedikitnya harus mengeluarkan uang Rp259.000 dalam sekali jalan. Sementara itu, ongkos bahan bakar, misalnya Rp200.000 sekali jalan, jika dikalikan dua, tarif tol pulang pergi Rp518.000 plus biaya bahan bakar Rp400.000 pulang pergi.

"Dari segi bisnis tentu tidak menguntungkan bagi Asperindo,” ucapnya. Padahal, lanjutnya, barang-barang logistik yang paling banyak dikirim oleh anggota Aperindo, mayoritas adalah barang UMKM dari Solo dan Semarang, maupun Jogja dengan tujuan berbagai kota di Jawa Tengah maupun luar Jawa.

Lebih lanjut, dia berharap agar biaya tarif jalan tol Trans Jawa yang baru saja diresmikan tersebut, bisa dikaji ulang dan berpihak kepada pengusaha maupun rakyat. Dengan demikian, selain mendekatkan jarak, jalan bebas hambatan itu juga secara langsung bisa menguntungkan dan mengangkat segi bisnis dan sektor lainnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis