Pemkot Magelang Klaim Perbaikan Makam Tanggung Jawab Pemerintah

Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Magelang memperbaiki makam yang dirusak oleh orang tak dikenal, Kamis (3/1 - 2019). (Antara/Humas Pemkot Magelang)
08 Januari 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang memperbaiki 19 makam yang menjadi sasaran perusakan FK, 25, warga Kampung Karangkidul, Rejowinangun Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Pemkot Magelang mengklaim perbaikan makam itu sebagai tanggung jawab pemerintah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang, Machbub Yani Arfian mengatakan makam yang diperbaiki tersebut meliputi 10 makam di TPU Giriloyo, tujuh makam di TPU Kiringan, dan dua makam di TPU Nambangan. "Dua makam lain di TPU Giriloyo akan diperbaiki sendiri oleh pihak keluarga pemilik makam," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Senin (7/1/2019).

Ia menuturkan perbaikan yang dilakukan bukan merupakan permintaan keluarga, namun tanggung jawab pemerintah. Machbub menyebutkan untuk perbaikan makam di Giriloyo saat ini sudah seluruhnya selesai, sedangkan untuk TPU Kiringan dan Nambangan saat ini masih dalam proses. Perbaikan yang dilakukan berupa penggantian nisan menggunakan batu granit, ada juga yang dikembalikan seperti semula.

"Sebanyak 10 makam di TPU Giriloyo sudah selesai semua. Kalau yang Kiringan itu karena ada permintaan warga untuk diseragamkan, jadi masih proses. Hari ini mungkin selesai. Sedangkan yang Nambangan juga masih proses perbaikan, masih pemesanan nisan," katanya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku sangat menyayangkan aksi perusakan makam yang diketahui dilakukan oleh orang yang diduga mengidap kelainan jiwa. Menurutnya, hal itu menciderai sesuatu yang sudah baik di Kota Magelang selama ini. "Yang pasti, pemerintah sudah mengambil langkah-langkah cepat dan saya meminta masyarakat untuk tidak terpancing dan terprovokasi," katanya.

Selain itu, dia juga menginstruksikan instansi terkait untuk mengambil langkah strategis dalam penanganan kasus tersebut. "Begitu mendengar informasi perusakan itu, saya langsung meminta jajaran terkait untuk mengambil langkah srategis melakukan perbaikan," katanya.

Salah satu keluarga pemilik makam yang dirusak, Hendro Prawoto mengaku berterima kasih dengan gerak cepat yang dilakukan oleh Pemkot Magelang. Ia mengaku makam ibu dan bapak mertuanya turut menjadi sasaran perusakan. "Kami berterima kasih dan mengapresiasi Pemkot Magelang karena sudah memperbaiki makam yang dirusak. Keamanan juga sudah kondusif," katanya.

Hendro mengaku belum mengecek kondisi terakhir makam bapak dan ibu mertuanya. Namun demikian, keluarga mempersilahkan dan berterima kasih jika Pemkot Magelang sudah memperbaiki makam tersebut.

Ia mengatakan sebenarnya keluarga sudah berinisiatif untuk memperbaiki sendiri makam yang dirusak. Karena saat ini sudah diperbaiki pemerintah, keluarga pun beterima kasih dan mengharapkan yang terbaik.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara