Gubernur Jateng Pastikan SKTM Bukan Lagi Syarat PPDB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa di Puri Gedeh, Kota Semarang, Jateng. (Antara/Humas Pemprov Jateng)
08 Januari 2019 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan surat keterangan tidak mampu (SKTM) akan dihapus dari salah satu persyaratan penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah atas pada tahun ajaran 2019 ini.

"Saat ini, kami sedang menggodok peraturan gubernur tentang hal itu kemudian disosialisasikan kepada masyarakat di 13 cabang Dinas Pendidikan di seluruh Jateng," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat Dialog Interaktif Mas Ganjar Menyapa di Puri Gedeh, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/1/2019).

Terkait dengan Pergub PPDB tersebut, Ganjar mengungkapkan jika saat ini sedang dibahas dan akan dicocokkan dengan permendikbud yang juga sedang ada perubahan. Selain itu, upaya yang saat ini dilakukan adalah menyosialisasikan kepada wali murid, kepala desa, dinas sosial, kepolisian, serta masyarakat luas mengenai hal tersebut.

Mantan anggota DPR itu mengungkapkan maraknya kasus SKTM palsu pada PPDB tahun lalu menjadi alasan penghapusan SKTM karena membuat dunia pendidikan tercoreng dengan tindakan-tindakan demoralisasi para orang tua calon siswa, di mana ada yang kaya tetapi mengaku miskin hanya demi bisa menyekolahkan anaknya di sekolah favorit.

Kendati SKTM segera dihapus, Ganjar Pranowo memberikan jaminan kepada para siswa miskin agar tetap bisa bersekolah dan dibiayai pemerintah. "Kami jamin siswa miskin tetap bisa sekolah, namun mohon maaf Anda tidak bisa sekolah sesuai keinginan, silakan sekolah sesuai tempat, sesuai nilai dan prestasi akademikmu, nanti negara akan memberikan biaya," ujarnya.

Gubernur Ganjar Pranowo menyebutkan Pemprov Jateng telah memberikan bantuan untuk siswa miskin dari Rp700.000/anak menjadi Rp1 juta/anak. "Jumlah itu akan terus kami tingkatkan, jadi penghapusan SKTM ini jangan membuat orang tua siswa yang benar-benar miskin menjadi resah. Kami akan tetap menjamin anak miskin bisa sekolah di Jawa Tengah," katanya.

Selain penghapusan SKTM, Pemprov Jateng juga terus meningkatkan kualitas sekolah-sekolah di Jateng sehingga ke depannya tidak ada lagi sekolah terfavorit karena semua sekolah akan dijadikan favorit. "Akan kami perbaiki semuanya, baik dari segi metode belajar mengajar, sarana pendukung minimal serta tenaga pengajar yang profesional. Guru-guru sekolah pinggiran bisa saja disekolahkan ke luar negeri untuk menambah pengalaman, serta guru-guru berprestasi akan disebar di beberapa sekolah agar terjadi pemerataan," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara