Heboh Pasangan Nurhadi-Aldo di Medsos Sita Perhatian Gubernur Ganjar

Salah satu postingan akun Instagram Nurhadi/Aldo. (Instagram nuhadi_aldo)
09 Januari 2019 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Nurhadi-Aldo yang tengah jadi perhatian di dunia maya melalui unggahan kocaknya di media sosial, seperti Instagram dan Twitter, rupanya turut menyita perhatian politikus Tanah Air, tak terkecuali Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo. , [politik] ojo dipikir jero-jero [jangan dipikir dengan serius],” kata Ganjar dalam keterangan resmi, Selasa (8/1/2019).

Nurhadi - Aldo merupakan calon presiden fiktif yang cukup ramai di media sosial. Tokoh Nurhadi memang benar adanya. Dia warga asli Kudus yang berprofesi sebagai tukang pijat.

Jika mengintip upload-an di media sosialnya, pasangan capres itu dideklarasikan akhir Desember 2018 di akun Instagram @nurhadi_aldo unggahan pertama bertanggal 24 Desember, sementara tweet awal akun @nurhadi_aldo pada 26 Desember.

Salah satu kicauan akun Twitter @nurhadi_aldo, adalah saat mengomentari rencana debat Pilpres yang digelar Januari ini.

"Tim sukses Nurhadi - Aldo menyatakan bahwasanya kami belum mendapatkan 20 pertanyaan yang akan diberikan pada saat debat tanggal 17 nanti. Itu menunjukkan pasangan Nurhadi - Aldo lebih siap dibandingkan paslon lain. #NurhadiAldo" tulis akun @nurhadi_aldo di Twitter.

Kicauan pengguna akun @nurhadi_aldo ini pun mendapat 2.142 like, di- retweet 1525 kali dan 332 komentar dan memiliki follower 57 ribu.

Ganjar mengaku unggahan akun Nurhadi-Aldo di Instagram dan Twitter itu banyak yang bernada satir terhadap dunia politik Indonesia.  Unggahan itu cukup menyita perhatiannya, terlebih disertai meme.

"Saya ikutin memenya lucu. Aku yo seneng mocone. Nyantai-nyantai saja," katanya.

Menurut Ganjar banyak fenomena menggelitik di dunia media sosial. Oleh karenanya dia benar-benar memanfaatkan salah satu terobosan teknologi itu dari semasa menjabat periode pertama, saat kampanye hingga sekarang. Bahkan beberapa waktu lalu ada mahasiswa UNY yang meneliti cara Ganjar memanfaatkan media sosial ketika kampanye.

"Dia mengamati medsos [media sosial] saya. Dia tanya kenapa Pak Ganjar pilihannya kuliner? Hla nak aku ngomong politik malah digebuki. Memberantas korupsi malah dihubung-hubungkan. Kan membingungkan," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya