Konsumen Optimistis Ekonomi Jateng Tumbuh Positif

Panorama kawasan bisnis Kota Semarang, ibukota Jawa Tengah. (Bisnis.com)
09 Januari 2019 08:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilakukan terhadap 700 responden rumah tangga di Jawa Tengah pada Desember 2018 lalu mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap perekonomian provinsi tersebut berada pada leveI optimis dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2018 yang tercatat sebesar 135,67, lebih tinggi 8,23 poin dibandingkan IKK November 2018 yang berada di level 127,44.  "Optimisme konsumen berasal dari keyakinan konsumen terhadap membaiknya kondisi ekonomi saat ini dan kondisi ekonomi ke depan. Hal tersebut tercermin dari Indeks Kondlsi Ekonomi (IKE) Desember 2018 yang berada pada level optimis sebesar 122,62," kata Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah (Jateng) Rahmat Dwi Saputra dalam keterangan resminya, Selasa (8/1/2019).

Dia menjelaskan optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama berasal dari terjaganya tingkat penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pengeluaran konsumsi. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk 6 bulan ke depan juga berada pada level optimis yang tercatat sebesar 148,72.

"Masih optimistisnya konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan didorong oleh keyakinan akan adanya kenaikan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan terjaganya kegiatan usaha," lanjut Rahmat.

Dia menambahkan ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga 3 bulan mendatang (Maret 2019) mengalami penguatan, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) tiga bulan mendatang yang tercatat Iebih tinggi 2,59 poin menjadi 177,93. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspektasi konsumen terhadap adanya peningkatan tarif tenaga listrik (TTL) dan kenaikan harga BBM. Selain itu, ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga enam bulan mendatang (Juni 2019) juga mengalami penguatan, terindikasi dari IEH 6 bulan mendatang yang lebih tinggi 1,96 poin menjadi 182,14.

"Menguatnya ekspektasi konsumen ini dlpengaruhi oleh adanya momen hari raya keagamaan, dampak kenaikan harga BBM, serta pengaruh tahun ajaran baru," ucap Rahmat.

Sementara itu, dilihat dari akses ke perbankan, ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan jumlah tabungan pada 6 bulan mendatang (Juni 2019) cenderung melemah. Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi kenaikan jumlah tabungan sebesar 125,42, menurun 5,33 poin dari indeks sebelumnya yang sebesar 130,75. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis