201.000 Penduduk di Jateng Belum Rekam E-KTP

Ilustrasi e-KTP. (dok. Solopos - Burhan Aris)
09 Januari 2019 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan tinggal 201.000 warga Jateng yang belum melakukan perekaman data untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP. Sekitar 201.000 penduduk itu tersebar di berbagai daerah seperti Brebes, Cilacap, Banyumas, Tegal, dan Temanggung.

Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Sudaryanto, mengatakan saat ini telah melakukan perekaman data e-KTP yang dilakukan di wilayahnya saat ini telah mencapai 97,5%. Jumlah itu akan terus mengalami peningkatan dan ditarget selesai sebelum tahap pencoblosan pada Pemilu 2019, 17 April mendatang.

Kendati dmeikian, Sudaryanto mengaku untuk melakukan perekaman data e-KTP ke warga bukanlah hal yang mudah. Hal itu karena banyak warga yang terdata sebagai penduduk Jateng sangat sulit dilacak.

“Ada yang menjadi tenaga kerja wanita, tenaga kerja ke luar negeri, maupun pindah domisili ke provinsi lain, dan meninggal,” ujar Sudaryanto kepada wartawan di Semarang, Rabu (9/1/2019).

Pihaknya selama ini sudah berupaya maksimal untuk menuntaskan rekam data e-KTP ke semua pelosok daerah. Bahkan, ia harus mengajak beberapa kepala daerah untuk melonggarkan waktu demi mencari warganya yang belum rekam data.

Pelacakan, menurutnya juga dengan door to door menyambangi panti jompo, rutan maupun lembaga pemasyarakatan (LP), rumah sakit hingga mendatangi rumah yang dihuni para penyandang disabilitas.

Sudaryanto optimistis mampu merampungkan rekam data KTP-el sebelum 17 April nanti. Dengan begitu, semua warga sudah bisa ikut coblosan Pemilu.

"Kita sudah berusaha optimal. Kota Solo sudah beres rekam datanya, Kota Semarang beberapa ada yang belum rekam data. Yang jelas akan kita upayakan terus supaya seluruh warga Jateng bisa ikut coblosan," tandasnya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Yulianto Sudrajad, menegaskan perekaman data e-KTP wajib diselesaikan sebelum masa pencoblosan Pemilu 2019. Hal itu dikarenakan e-KTP menjadi syarat wajib pemilih pada Pemilu 2019.

“Berdasar PKPU No. 37/2018, syarat menjadi pemilih itu salah satunya harus dibuktikan dengan e-KTP. Kalau belum memiliki e-KTP, bisa dengan surat keterangan yang diterbitkan Dispermadesdukcapil. Berarti harus sudah melakukan rekam data e-KTP,” terang Yulianto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya