Wali Kota Semarang Ingatkan Kartu Indonesia Pintar Sekaligus Database Siswa

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendi. (Istagram/hendrarprihadi)
09 Januari 2019 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sekaligus merupakan database siswa tidak mampu namun berprestasi. Upayanya mengingatkan fungsi KIP itu sekaligus menanggapi rencana penghapusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai salah satu syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2019.

Selama ini, opini publik memang digiring untuk berlogika bahwa demi memberdayakan siswa miskin maka sejak dari PPDB pun mereka harus diberi dukungan memecundangi siswa dengan kemampuan intelektual setara namun bukan tergolong miskin. Alhasil, berbondong-bondong masyarakat memosisikan diri dalam golongan miskin.

Padahal demi mendukung siswa miskin, mestinya pemerintah memberikan beasiswa. Bahkan meskipun siswa miskin itu bersekolah di lembaga pendidikan swasta. "Kan punya program yang namanya KIP. Semestinya, jadi database bahwa penerima KIP termasuk kategori siswa berprestasi tetapi tidak mampu," katanya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/1/2019).

Karena itulah, Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—menyetujui penghapusan SKTM. "Penghapusan SKTM untuk meminimalkan kecurangan, saya setuju. Tetapi, semestinya KIP jadi database. Jadi, itu bisa jadi rujukan. Ya, mangga saja," kata politikus yang separtai dengan presiden yang menggagas KIP tersebut.

Hendi menegaskan secara prinsip yang terpenting adalah bagaimana caranya agar masyarakat, khususnya di Kota Semarang, bisa bersekolah secara mudah dan murah, bahkan kalau bisa gratis.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bahwa pemerintah akan menghapus SKTM sebagai salah satu syarat PPDB SMA/SMK 2019. Kendati SKTM segera dihapus, Ganjar memberikan jaminan kepada para siswa miskin tetap bisa bersekolah dan dibiayai pemerintah.

"Kami menjamin siswa miskin tetap bisa sekolah, namun mohon maaf anda tidak bisa sekolah sesuai keinginan. Silakan sekolah sesuai tempat sesuai nilai dan prestasi akademikmu, nanti negara akan memberikan biaya," ujarnya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara