100 Hari Tamzil-Hartopo Disimposiumkan, Kudus Prioritaskan Reformasi Birokrasi

Bupati Kudus Muhammad Tamzil menyampaikan sambutan pada simposium 100 hari kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kudus Hartopo di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/1 - 2019). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
10 Januari 2019 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Bupati Kudus Muhammad Tamzil, Selasa (8/1/2019), tampil dalam simposium yang digelar khusus untuk mempetingati 100 hari kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Kudus Hartopo. Dalam acara di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu, Tamzil menyatakan reformasi birokrasi menjadi prioritas.

Reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus dinilainya sebagai hal penting untuk peningkatan kinerja. Karena itulah, reformasi birokrasi menjadi prioritas jangka pendek kepemimpinannya bersama Wabup Hartopo.

"Reformasi birokrasi memang menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan dalam waktu dekat," kata Bupati Kudus Muhammad Tamzil didampingi Wakilnya Hartopo yang ditemui wartawan seusai simposium. Dalam simposium tersebut, hadir panelis dari akademisi Undip Semarang R. Slamet Santoso, Nur Hidayat Sardini, tokoh masyarakat Kudus Em Najib Hasan, dan akademisi IAIN Kudus Adri Efferi.

Selama 100 hari kerja memang belum melakukan reformasi birokrasi lantaran masih fokus realisasi program 100 hari kerja serta penataan awal kepemimpinannya di Kabupaten Kudus. "Jika saja mereka tanggap, sebenarnya sudah kami sentuh dan peringati setiap saat," ujarnya.

Pemkab Kudus menargetkan reformasi birokrasi berlangsung setelah 6 bulan kepemimpinannya, tepatnya mulai Maret 2019. Masa enam bulan, menurut Muhammad Tamzil, dianggap cukup sebagai tenggang waktu bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menunjukkan serta memperbaiki kinerjanya di pemerintahan.

"Dalam kurun waktu enam bulan tersebut akan dilakukan penataan sambil melakukan evaluasi," ujarnya.

Apabila kinerja mereka dinilai tidak ada perubahan,dimungkinkan pencopotan jabatan kepala OPD. Muhammad Tamzil mengakui beberapa OPD di Kabupaten Kudus memang mulai memahami keinginannya. Namun, sebagian ada yang masih belum ingin bangun. Beberapa OPD yang menunjukkan kinerja cukup baik, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kudus dan RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Muhammad Tamzil dan Hartopo resmi menjabat sejak 24 September 2018. Selama masa 100 hari kepemimpinannya, sejumlah program telah direalisasi, seperti bantuan sosial santunan kematian satu hari cair, santunan uang tunggu pasien rumah sakit, pelatihan 50 calon wirausaha baru, dan tunjangan Rp1 juta per bulan bagi guru swasta.

Sejumlah panelis lebih banyak menyoroti soal salah satu dari sembilan program andalan Muhammad Tamzil dan Hartopo, yakni soal pengembangan ekonomi. Kemudahan dalam pengurusan perizinan juga menjadi sorotan karena masih ditemukan hambatan dalam pengurusan jenis perizinan tertentu ketika menyangkut sejumlah OPD.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara