BPBD Magelang Siapkan 500.000 Masker demi Antisipasi Abu Merapi

Ilustrasi masker yang dibagikan gratis. (Antara/Gatot Arifianto)
10 Januari 2019 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyiapkan 500.000 masker untuk mengantisipasi kemungkinan Gunung Merapi sewaktu-waktu erupsi dan abunya mengganggu warga.

"Sebanyak 150.000 masker saat ini telah disiapkan di desa-desa atau kecamatan di sekitar kawasan Gunung Merapi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Saat ini, aktivitas Gunung Merapi masih status waspada (level II) dan akhir-akhir ini terjadi guguran lava pijar yang mengarah ke hulu Kali Gendol Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kejadian tersebut sempat membuat beberapa wilayah di sekitar Merapi terjadi hujan abu.

Radius 3 kg dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk karena tetap ada ancaman lontaran pasir, kerikil atau batu apabila terjadi letusan. "Kondisi Magelang sampai sekarang masih aman, namun kita harus meningkatkan kewaspadaan karena memang status Gunung Merapi saat ini waspada," katanya.

Ia menuturkan Merapi dalam proses pembentukan kubah lava, kadang ada material kalau terkena angin besar debu terbang dan ini bagian dari ancaman Merapi, meskipun tidak meletus. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan masker di masyarakat yang sudah dibagikan ke kecamatan dan nanti kecamatan akan menyerahkan ke desa yang membutuhkan.

Ia mengatakan distribusi masker hanya untuk desa-desa yang paling dekat dengan Merapi dengan asumsi desa-desa itu terlalu jauh lokasinya sehingga masker disediakan sejak sekarang. Ia menyampaikan persiapan masker ini untuk jangka pendekknya, untuk jangka panjang BPBD terus melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, salah satunya adalah konsep sister village atau desa bersaudara.

Sister village adalah menjodohkan kampung yang berpotensi terkena bencana atau kawasan rawan bencana dengan kampung yang jauh lebih aman sebagai tempat pengungsian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara