Gandeng Pemkot Toyama, Pemkot Semarang Jajaki Teknologi Hidro Energi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengecek uji emisi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang telah dipasangi konverter compressed natural gas (CNG) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/7 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
10 Januari 2019 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bersama Pemerintah Kota Toyama Jepang, Pemkot Semarang berencana mengembangkan teknologi hidro energi untuk menghasilkan tenaga listrik. Pengembangan teknologi mutakhir itu dilakukan setelah kedua pemkot memasang konverter compressed natural gas (CNG) di sebagian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

"Setelah konverter gas ini, kami sedang menggagas dengan Pemerintah Yoyama juga, transfer teknologi. Namanya, hidro energi," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/1/2019). Hal tersebut diungkapkannya di sela-sela Grand Launching Program Converter Gas Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang hasil kerja sama Pemkot Semarang dan Pemkot Toyama, Jepang.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menjelaskan Kota Toyama sudah mengaplikasikan teknologi itu dengan memanfaatkan aliran sungai di kota di Negara Sakura itu. "Di Toyama, kami melihat ada beberapa arus sungai dengan debit skala tertentu mampu menggerakkan turbin dan menjadi listrik," kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Teknologi hidro energi untuk menghasilkan energi listrik yang sudah diterapkan di Toyama, Jepang itu, lanjut dia, rencananya akan dicoba diterapkan di Semarang. "Karena kami lihat ada beberapa arus sungai di Semarang yang secara debit maupun tenaganya mempunyai potensi menjadi energi listrik," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Menurut dia, kerja sama sister city atau apapun yang dijalin dengan kota-kota di negara lain, seharusnya menghasilkan program yang konkret dan bermanfaat bagi masyarakat. "Tidak sekarang runding-runding, tetapi tidak ada tindak lanjutnya. Kami setelah penandatanganan MoU [nota kesepahaman] dengan Toyama, ada langkah konkretnya," katanya.

Salah satunya, pemasangan konverter gas di 72 armada BRT Trans Semarang yang mampu meminimalkan emisi gas buang dan menekan biaya operasional. Pembiayaan program konverter gas BRT Trans Semarang itu ditanggung bersama antara Pemkot Semarang dan Pemerintah Kota Toyama dengan skema 50:50.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M. Khadik menjelaskan kesiapan infrastruktur penunjang, yakni stasiun pengisian gas untuk armada Trans Semarang. "Stasiun pengisian gasnya ada di tiga tempat, yakni Kaligawe, Mangkang, dan Tambakaji. Namun, sementara yang dioperasikan di Terminal Tambakaji dulu," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara