50 Investor Diklaim Minati Kawasan Industri Kendal

Kendal Industrial Park. (Youtube.com)
10 Januari 2019 22:50 WIB Yudi Supriyanto Semarang Share :

Semarangpos.com, KENDAL — Pengelola Kendal Indstrial Park atau Kawasan Industri Kendal mengklaim hingga Januari 2019 ini sudah 50 investor meminati bahkan menyatakan komitmen membangun pabrik di kawasan industri itu, Nilai modal yang ditanamkan di kawasan industri tersebut diklaim mencapai Rp7,3 triliun.

President Director & CEO Kendal Industrial Park  Stanley Ang, Kamis (10/1/2019), menyatakan jumlah perusahaan asing yang tertarik menjadi penghuni kawasan industrinya mengalami peningkatan sejak semester kedua 2018. Para investor itu antara lain berasal dari China dan Korea Selatan.

Bukan hanya itu, lanjutnya, tenant dengan investasi baru juga lebih banyak berdatangan dibandingkan dengan relokasi atau ekspansi pada 2018. Menurutnya, tenant yang akan melakukan investasi baru itu mencapai sekitar 60%.   “[50 tenant] Sudah jadi, sudah teken sama kami. Secara financial mereka sudah komitmen,” kata Stanley.

Dari total 50 tenant yang telah menyatakan komitmennya untuk membangun pabrik di kawasan ini, tujuh tenant sudah beroperasi. Sementara itu, tiga tenant  sedang dalam pembangunan, dan 12 lainnya sedang mengurus izin, desain, dan segala sesuatu yang diperlukan. Sedangkan sisa investor yang telah menyatakan komitmen, dia mengklaim masih melakukan pengurusan di internal mereka.

Menurutnya, belum banyaknya tenant yang melakukan pembangunan di Kawasan Industri Kendal lantaran beberapa faktor, seperti ada perlambatan akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang membuat investor memuturkan untuk menunggu dan melihat kondisi (wait and see). Faktor lain, adalah kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu setelah adanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Adapun bagi investor di dalam negeri, tahun politik masih mendominasi alasan mereka. Oleh karena itu, dia memperkirakan, para tenant akan mempercepat pembangunan setelah pemilu selesai atau pada semester kedua tahun ini.

Menurutnya, investor lokal dari dalam negeri untuk sementara masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 85%. Kemudian, diikuti dengan investor dari Singapura sebanyak 7%, Korea Selatan 2%, Jepang 2%, dan Malaysia 2%. Adapun perusahaan-perusahaan yang sudah setuju untuk menanamkan modalnya di Kawasan Industrial Kendal bergerak di berbagai sektor seperti tekstil, makanan, baja, furniture, dan kabel.

Terkait dengan fasilitas, dia menuturkan, fasilitas seperti ketersediaan listrik untuk kondisi saat ini dengan 50 tenant masih cukup. Meskipun begitu, dia menilai perlu ada pembangunan fasilitas tenaga listrik agar operasional produksi tenant tidak terganggu. Saat ini, ujarnya, pihaknya tengah melakukan diskusi dan melakukan pemetaan terkait dengan pemenuhan fasilitas listrik.

“Jadi, kita lagi maping, apakah mereka mau bikin sendiri, apa bisa cocok, atau bikin substitution, kita juga mau membikin ke arah green energi,” katanya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan Jawa Tengah merupakan wilayah yang menarik bagi investor dengan selesainya jalan tol Trans Jawa dan dengan ada nya penambahan investasi terhadap pelabuhan membuat kawasan industri akan tumbuh. Dengan begitu, dia melanjutkan masalah tenaga kerja akan bisa teratasi mengingat lapangan pekerjaan akan tercipta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis