Demi Jokowi-Ma'ruf, Ganjar Yakini PDIP Lebih All Out Ketimbang Pilgub

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Antara/Aji Styawan)
10 Januari 2019 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, meyakini kader partainya bakal lebih all out berupaya memenangkan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma’rif Amin dalam Pilpres 2019 ketimbang tatkala mereka memenangkan diri saat Pilgub Jateng 2018 lalu.

Menurut ganjar, hari ulang tahun ke 46 PDIP tahun ini harus menjadi momentum konsolidasi dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. "Target jangka pendek adalah memenangkan Jokowi-Amin pada Pilpres 2019 dan PDIP akan all out dengan hasil lebih bagus dari Pilgub Jateng 2018," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Demi memenangi pilpres, kata Ganjar, dibutuhkan kerja keras seluruh elemen partai dan langkah awalnya adalah instropeksi serta memperbaiki diri. "Di tengah apatisme politik di era modern dan sinisme publik yang tidak percaya dengan keberadaan partai politik, PDIP harus mampu mengembalikan kepercayaan publik itu dengan menunjukkan bahwa partai ini hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka, termasuk harus membuktikan masih ada partai yang membela wong cilik," ujarnya.

Menurut Ganjar, cara terbaik adalah dengan mewujudkan ideologi Pancasila dan gerakan Marhaenisme langsung di dalam kehidupan bermasyarakat. "Datangi masyarakat, ketuk pintu rumah mereka, bantu mereka jika ada yang membutuhkan pertolongan. Kalau itu dilakukan maka masyarakat akan mencintai PDIP," katanya.

Selain itu, ulang tahun PDIP juga harus menjadi momentum untuk melakukan kaderisasi sebab tidak sedikit daerah di Indonesia yang kesulitan mencari kader yang baik, khususnya untuk menduduki jabatan eksekutif. "Kalau Jateng amanlah karena di sini Kandang Banteng, namun banyak daerah lain yang sulit mencari kader yang mumpuni dan berintegritas tinggi. Persoalan kaderisasi ini harus menjadi perhatian," ujarnya.

Ganjar menegaskan Jateng masih menjadi acuan bagi organisasi PDIP pada tingkat nasional dan sebutan "kandang banteng" masih layak disandang provinsi setempat. Ia menolak keraguan para pengamat yang menyebut sebutan "kandang banteng" mulai terkikis di Jateng.

"Saya tegaskan Jateng tetap masih 'kandang banteng', buktinya kemarin [Pilgub Jateng 2018] menang kan, kalau absolutisme kemenangannya mungkin orang bisa mempertanyakan. Itu tantangan bagi partai ini untuk memperbaiki kedepan karena memang perhelatan politik adalah panggung pertempuran sesungguhnya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara