Dititipkan di Mapolda Jateng, Napi Laskar Solo Bakal Huni LP Kedungpane Semarang

Proses pemindahan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1A Solo, Kamis (10/1 - 2018), seusai keributan yang terjadi pada Kamis pagi. (Solopos/Nicolous Irawan)
11 Januari 2019 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak enam tahanan dan narapidana (napi) yang terlibat bentrok di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 A Solo untuk sementara dititipkan di ruang tahanan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Tengah (Jateng). Keenam tahanan dan napi itu rencana dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1A Kota Semarang atau yang populer disebut Lapas Kedungpane.

“Enam orang tahanan baru diterima di Polda oleh Ditahti [Direktorat Tahanan dan Barang Bukti]. Rencana akan dipindahkan ke Lapas Kedungpane,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, kepada Semarangpos.com, Kamis (10/1/2019) petang.

Agus menambahkan seluruh napi yang dipindahkan ke LP Kelas 1A Semarang itu merupakan tahanan dan napi dari kelompok Laskar Islam yang terlibat bentrok.

“Iya [napi yang dipindah ke Semarang dari kelompok Laskar Islam],” imbuh Kabid Humas Polda Jateng.

Agus menambahkan selain dipindah ke Semarang, tahanan dan napi asal Rutan Kelas 1 Solo yang terlibat bentrok juga dipindah ke rutan yang ada di Sragen dan Wonogiri. Salah satu napi yang dipindah ke Sragen adalah Koes Setiawan Danang Mawardi atau yang akrab disapa Iwan Walet.

Terpisah, Kepala LP Kelas 1A Semarang, Dadi Mulyadi, mengaku hingga saat ini belum menerima informasi terkait pemindahan napi dan tahanan yang terlibat kerusuhan di Rutan Kelas 1A Solo. Ia memang sempat menerima informasi terkait pemindahan napi dari Solo ke LP yang menjadi tanggung jawabnya tersebut.

“Tapi, sampai saat ini saya belum mendapat pemberitahuannya. Enggak tahu, kalau besok,” ujar Dadi saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis malam.

Keributan di Rutan Kelas 1 A Solo terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Penyebab kerusuhan itu hingga saat ini masih simpang siur dan muncul dalam berbagai versi.

Meski demikian, informasi yang diterima Solopos.com menyebutkan kericuhan bermula saat jam besuk tahanan. Saat itu, sekitar 20 orang laskar tiba di Rutan Solo membesuk rekan mereka.

Kelompok laskar yang membesuk itu rupanya pernah terlibat cekcok dengan kelompok napi kriminal umum. Sehingga saat berpapasan kedua kelompok itu pun terlibat keributan hingga terjadi aksi saling lempar batu dan menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas.

Kerusuhan itu sempat memanas ketika kelompok Laskar Islam yang berada di luar penjara mendatangi Rutan Solo. Mereka meminta Iwan Walet yang merupakan napi kasus penganiayaan dikeluarkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya