Alumni Unnes Desak Polri Bentuk Tim Khusus Ungkap Teror KPK

Ilustrasi KPK. (dok. Solopos)
12 Januari 2019 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ikatan Alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (Semarang) mengecam aksi teror yang dilakukan terhadap pimpinan maupun penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka pun mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku teror, dengan membuat tim khusus.

“Teror bom yang menimpa pimpinan KPK merupakan rentetan dari teror lain yang pernah dialami anggota atau pimpinan KPK,  namun belum terungkap oleh penegak hukum. Kalau tidak cepat-cepat diungkap maka akan muncul teror yang lain, sehingga menghambat kerja KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia,” kata Ketua Umum Ikatan Alumni FH Unnes, Muhtar Said, dalam siaran pers kepada Semarangpos.com, Jumat (11/1/2019).

Tim riset yang dibentuk alumni FH Unnes, lanjut Muhtar, mengaku telah mengumpulkan data teror yang dialami anggota KPK. Menurut mereka teror bom ini bukanlah yang kali pertama dialami anggota KPK.

Sebelum teror bom, pimpinan maupun penyidik KPK kerap menerima ancaman keselamatan seperti penyerbuan sekelompok orang ke rumah, ancaman bom, perampasan perlengkapan, penculikan, hingga penyiraman air keras ke penyidik, seperti yang dialami Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu. Namun, hampir dua tahun berlalu sejak kejadian itu terjadi, polisi belum mampu mengungkap kasusnya.

“Atas rentetan teror terhadap KPK itu, kami mengambil sikap. Kami mendukung Polri sepenuhnya mengusut tuntas kasus ini serta pelakunya. Kami juga minta Polri membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini. Apabila dibutuhkan kami [Alumni FH Unnes] bersedia dan siap membantu,” imbuh Muhtar.

Teror terhadap personel lembaga antirasuah itu dialam Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif. Rumah Agus yang terletak di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menjadi sasaran teror.

Benda mirip bom paralon disangkutkan ke pagar rumah Agus, Rabu (9/1/2019), sekitar pukul 05.30 WIB. Sedangkan, rumah Laode dilempar bom molotov pada Rabu dini hari.

Belum diketahui motif di balik teror yang terjadi pada kedua pimpinan KPK itu. Aparat kepolisian hingga kini masih mencari tahu apakah teror itu berhubungan dengan kasus korupsi yang ditangani KPK atau tidak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya