Tol Trans Jawa Anjlokkan Omzet Rumah Makan di Batang

Sejumlah kendaraan melintasi di jalan tol Batang-Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat (7/12 - 2018). (Antara/Zabur Karuru)
12 Januari 2019 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Omzet restoran atau rumah makan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp1,5 juta/hari, turun 33%-40% dibandingkan sebelum pengoperasian jalan tol Trans Jawa yang mencapai antara Rp2,25 juta hingga Rp2,5 juta setiap harinya.

Arif Munandar, pemilik rumah makan Buyung,  mengatakan bahwa dengan beroperasinya jalur Tol Trans Jawa, sebagian besar kendaraan kini memanfaatkan jalur bebas hambatan tersebut sehingga kondisi jalur pantura relatif sepi. Kondisi itu tentu saja merugikan rumah makannya yang berada di tepi jalur pantura Batang.

"Saat ini, bisa dikatakan pengunjung berkendaraan yang ingin mampir ke rumah makan turun drastis karena sebagian besar mereka memilih melintas di jalur tol Trans Jawa. Jika sebelumnya, omzet yang kami terima mampu mencapai Rp2,25 juta hingga Rp2,5 juta per hari kini hanya Rp1,5 juta," katanya, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, saat ini konsumen yang datang ke rumah makan sebagian adalah pengendara sepeda motor dan sopir truk sedang mobil pribadi maupun bus memilih melintas jalur tol itu. "Kondisi yang dihadapi pemilik rumah makan ini bisa dikatakan 'kembang kempis' (bertahan saja). Kami hanya berharap semoga bisa ramai lagi karena jika tidak ada perubahan signifikan maka lebih baik tutup usaha," katanya.

Kepala Badan Pengelolaaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Batang Bambang Supriyanto mengatakan turunnya jumlah pengunjung di sejumlah rumah makan atau restoran di jalur pantura Batang akan berimbas pada target penyerapan pajak restoran. Pada tahun ini, kata dia, target retribusi pajak dari sektor restoran dan rumah makan sebesar Rp3 juta atau masih dengan target tahun sebelumnya.

"Namun, dengan dibukanya jalur Tol Trans-Jawa maka akan berimbas langsung pada penyerapan pajak dari sektor rumah makan atau restoran," katanya.

Ia mengatakan realisasi pendapatan pajak daerah (PAD) pada 2018 mencapai Rp74,198 miliar atau 104,16% dari target yang ditetapkan sebesar Rp71,233 miliar. "Adapun pada tahun ini, target pajak daerah sebesar Rp74,517 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya Rp71,233 miliar. Kami berharap target PAD 2019 bisa terlampaui karena dibangunnya rest area berkonsep transit oriented development [TOD] yang berlokasi di tepi jalur jalan tol Batang-Semarang Km. 369," katanya.

Sejauh ini belum ada jaminan rumah makan semacam Buyung milik Arif Munandar bakal terakomodasi dalam rest area berkonsep transit oriented development [TOD] yang dirancang Pemkab Batang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara