Kontraktor Pelaksana Proyek Tol Semarang-Demak Diumumkan Februari

Infodigital perebutan proyek jalan tol Semarangt/Demak. (Bisnis)
12 Januari 2019 02:50 WIB Rivki Maulana Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memperkirakan pengumuman pemenang lelang jalan tol Semarang-Demak sudah bisa dilakukan Februari 2019 mendatang. Empat peserta bertarung untuk memperebutkan proyek senilai Rp15,30 triliun itu.

Menurut Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, pembangunan jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 km akan dipadukan dengan pembangunan tanggul laut, mulai dari Kaligawe di Semarang hingga Kali Sayung di Demak. Tanggul laut itu diperlukan untuk mengatasi banjir rob atau limpasan air laut ke daratan dan penurunan muka tanah atau land subsidence.

Berdasarkan hasil prakualifikasi, empat peserta dinyatakan lulus dan telah menyampaikan dokumen lelang sejak November 2018. Keempat peserta itu yakni konsorsium PT Jasa Marga, PT Waskita Toll Road, PT Adhi Karya, dan Brantas Abipraya; konsorsium PT PP Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., dan PT Misi Mulia Metrical; PT China Harbour Indonesia; serta Sinohydro Corporation Limited.

Pembangunan jalan tol yang menelan investasi Rp15,30 triliun ini ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Konstruksi akan dimulai pada  2019 dan ditargetkan beroperasi 2 tahun berselang. Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol BPJT, Eka Pria Anas mengatakan pemenang lelang diperkirakan bisa diumumkan pada 11 Februari 2019.

"Sekitar satu sampai dengan dua bulan,  kalau  semua lancar bisa tanda tangan perjanjian pengusahaan jalan tol," ujarnya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Rabu (9/1/2019).

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto sebelumnya mengatakan bahwa kementerian membuka dua lelang konstruksi dalam pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Kedua lelang itu terdiri atas lelang konstruksi porsi pemerintah yang mendapat viability gap fund (VGF) dan porsi badan usaha jalan tol.

Pemerintah memang berencana memberi bantuan kelayakan dalam bentuk VGF senilai Rp3,50 triliun. Dukungan kelayakan ini setara 8 kilometer atau 29,60% dari total panjang jalan tol. Secara umum, dukungan kelayakan diberikan untuk meningkatkan kelayakan finansial proyek sehingga biaya konstruksi bisa turun dan tingkat pengembalian modal terkerek.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis