Di UMP, Rocky Gerung Ajak Muhammadiyah Kawal Perubahan

Rocky Gerung (berdiri) tampil sebagai pembicara Refleksi Awal Tahun "Nalar Demokrasi Kita: Antara Akal Sehat dan Akal Miring" yang diselenggarakan Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Aula A.K. Anshori, Gedung Rektorat UMP, Jumat (11/1 - 2018). (Antara/Sumarwoto)
12 Januari 2019 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Filsuf yang juga pengamat politik Rocky Gerung mengajak civitas academica Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memperbaiki Indonesia. Ia mengaku tidak membenci pemerintah berkuasa saat ini dan percaya politik Indonesia bakal tumbuh kembali dalam akal sehat apabila kampus mempertahankan kritisisme.

"Jadi, pastikan bahwa pikiran kita di kampus ini, kritik kita di kampus ini, turun sampai di pos kamling di desa-desa kalian. Dengan cara itu, kita mengawal perubahan. Saya tidak membenci pemerintah, saya membenci cara pemerintah berbohong," katanya saat tampil sebagai pembicara Refleksi Awal Tahun "Nalar Demokrasi Kita: Antara Akal Sehat dan Akal Miring" yang diselenggarakan Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PSDKP) UMP di Aula A.K. Anshori, Gedung Rektorat UMP, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019).

Ia mengaku akan percaya kepada pemerintah jika pemerintah berbohong secara sempurna, namun ternyata bohongnya tidak sempurna. "Jadi sekali lagi, saya hidupkan akal pikiran dari kampus ini dan saya percaya bahwa [civitas academica UMP] sebanyak ini yang ada di sini, sebanyak ini yang ada di jalan, sebanyak ini yang ada di pedepokan-pedepokan, di sawah-sawah, maka ada ruang untuk menghasilkan ulang Indonesia," katanya.

Dia mengaku percaya dari ruang-ruang kelas Muhammadiyah akan tumbuh intelegent quotient (IQ) nasional. Pasalnya, berdasarkan informasi yang ia terima, hingga saat ini telah ada 178 perguruan tinggi Muhammadiyah.

Jika dari satu kampus menghasilkan sekitar 3.000-4.000 mahasiswa, dalam satu tahun akan ada sekitar 700.000-an mahasiswa dari perguruan tinggi Muhammdiyah. Dengan demikian, simpul dia, dalam lima tahun akan ada sekitar 3,5 juta pikiran bermutu dari Muhammadiyah.

"Saya percaya bahwa Indonesia akan diterangi ulang oleh demokrasi akal sehat bila matahari Muhammadiyah memberi terang 24 jam di Indonesia," katanya.

Terkait dengan hal itu, Rocky mengajak mahasiswa UMP mengajukan semacam keyakinan bahwa harus terjadi perubahan supaya bangsa Indonesia bisa tegak kembali. Menurut dia, saat sekarang bangsa Indonesia dijebakkan dalam ketegangan terus-menerus karena ada kecemasan pada kekuasaan.

"Kecemasan itu hanya ada pada otak yang kosong. Otak yang berisi tidak perlu cemas karena dia mampu meyakinkan warga negara bahwa dia punya visi tentang Indonesia. Tapi justru karena ketidakmampuan itu kita melihat segala jenis kontradiksi," katanya.

Ia mengatakan untuk mengubah kekuasaan, tidak sekadar melalui argumentasi karena argumentasi berfungsi untuk mengritik kekuasaan. Akan tetapi, kata dia, mengubah kekuasaan, memerlukan suara dan kotak suara.

"Saya percaya bahwa politik Indonesia akan tumbuh kembali di dalam kondisi akal sehat bila kampus tetap mempertahankan kritisisme," katanya.

Direktur PSDKP UMP Anjar Nugroho mengatakan demokrasi yang sudah dijalankan melalui proses pemilu dalam memilih pemimpin di republik ini harus dijalankan dengan akal sehat, bukan akal miring. "Jangan sampai ada pembodohan kepada masyarakat kita dalam pemilu, sehingga yang tumbuh itu akal sehat bukan akal miring," katanya.

Saat memberi sambutan, Rektor UMP Syamsuhadi Irsyad mengatakan ketika mendengar usulan Rocky Gerung melalui media massa bahwa harus ada forum kandidat calon presiden dan calon wakil presiden di kampus, UMP siap menjadi tempat pertama penyelenggaraan kegiatan itu. "Pada kesempatan yang baik ini, saya sampaikan jika itu [forum kandidat capres-cawapres] akan dilakukan oleh KPU, UMP siap menjadi tempat pertama untuk diskusi kandidat capres-cawapres," katanya.

Menurut dia, hal itu disebabkan UMP memiliki lebih dari 12.000 mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia serta guru besar dan doktor dari berbagai bidang yang siap menguji kualitas para calon presiden dan calon wakil presiden.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara