Baru 60.000 Anak Punya KIA di Semarang

Seorang anak menunjukkan Kartu Identitas Anak. (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
13 Januari 2019 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang mengakui masih ada 340.000 anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). "Jumlah anak di Kota Semarang ini kurang lebih 400.000. Sampai hari ini, kami baru melayani 60.000 KIA," kata Kepala Disdukcapil Kota Semarang Adi Trihananto di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019).

Menurut dia, persyaratan pembuatan KIA tidaklah sulit, yakni diawali dengan adanya permohonan, serta melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK), surat nikah orang tua, dan pasfoto. Untuk pasfoto, kata dia, anak yang memiliki kelahiran tahun ganjil fotonya berlatar belakang merah, sementara kelahiran tahun genap berlatar belakang biru untuk membedakan.

"Untuk pencetakannya, tidak ada masalah. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah [RPJMD], memang targetnya cukup tinggi," katanya.

Diakuinya, KIA menjadi titik lemah pelayanan Disdukcapil Kota Semarang dengan target tinggi, namun mulai 2019 ini akan terus digenjot agar mencapai target. "Setelah KTP elektronik [e-KTP] clear, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden [Pilpres] dan Pileg 2019 terlewati, konsentrasi kami ke KIA," katanya.

Dari 400.000 anak di Kota Semarang, kata dia, targetnya setidaknya 125 anak di antara mereka sudah memiliki KIA. "Kalau blangko, dan lainnya tersedia. Insya Allah, 2019 ini kami memperoleh anggaran cukup untuk beberapa peralatan sehingga insya Allah semakin baik," katanya.

Adi menjelaskan pentingnya KIA untuk perlindungan dan identitas bagi anak yang belum berusia 17 tahun atau belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Ya, KIA ini bisa digunakan untuk membuka rekening bank, pembelian tiket pesawat, kereta api [KA]. Jadi, tidak perlu membawa Kartu Keluarga [KK]. Kan tidak praktis," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara