Di Rembang, Sandiaga Uno Ucap Janji di Hadapan Kiai

Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno bersilaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah, Jl. Sumber Girang, Lasem, Kabupaten Rembang, Jateng, Jumat (11/1 - 2019). (Antara/Istimewa)
14 Januari 2019 02:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, REMBANG — Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (11/1/2019), bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah, Jl. Sumber Girang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Selain pengasuh Ponpes Al Wahdah Gus Affas Baidhowi, hadir pula menerimanya K.H. Najih Maimoen Zubair dan K.H. Wafi Maimoen dari Sarang, Gus Aam Wahib dari Surabaya dan Gus Sholah dari Banyuwangi.

Di hadapan para kiai itu, Sandiaga Uno mengucap janji menggerakkan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren dan mencetak santripreneur apabila dirinya dan calon presiden Prabowo Subianto terpilih dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Menurut Sandi, program-program itu merpakan amanat pelayan masyarakat 2019-2024.

"Hal itu menjadi pekerjaan rumah paling besar bagi Indonesia, yakni reformasi ekonomi umat dan menggerakkan ekonomi rakyat," ujar Sandiaga Uno.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan program tersebut. Menurut Sandi, pesantren merupakan sektor penting dalam ekosistem perjalanan ekonomi bangsa ini. Selain itu, lanjut dia, pesantren juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi umat karena hingga kini perannya masih terasa denyutnya, menyusul beberapa pesantren sudah mandiri, berdiri sendiri dengan swasembada pangan, energi bahkan air.

"Dalam perjalanan menyerap aspirasi, saya melihat beberapa pesantren mampu mandiri memenuhi kebutuhan hidup para santrinya dengan memanfaatkan lahan yang ada. Dari sayur-mayur, ikan, tebu hingga air. Bahkan ada yang menggunakan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik pesantren tersebut," ujarnya.

Ia menganggap 1% dari populasi Indonesia menguasai lebih 50% ekonomi. "Kami berjanji akan mengurangi ketimpangan yang ada. Kebijakan yang sangat liberal, membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Serta utang semakin besar, dominasi asing, serta kepentingan asing yang semakin terasa," ujarnya.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing, di antaranya dengan memberdayakan potensi ekonomi Indonesia. "Industri halal berpotensi menghasilkan pendapatan hingga ribuan triliun. Indonesia masih nomor lima dan Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia tentunya memiliki potensi besar. Saya akan urus betul pesantren," ujarnya.

Republik ini, kata dia, memiliki utang besar pada pesantren sehingga akan dijadikan kawah candradimuka pemimpin bangsa ini dan mencetak para santri yang menciptakan lapangan kerja bukan mencari kerja. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara